Kamis, 13 Agustus 2020

Sudah 80 Anggota Perguruan Silat PSHT Diamankan Polres Situbondo

Situbondo - Polres Situbondo hingga hari  kemarin (Rabu, 12/8/2020) telah mengamankan 80 orang anggota PSHT yang diduga terlibat dalam perusakan sejumlah rumah, toko dan mobil di Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran.

Dari 80 orang itu 4 di antaranya masih perempuan yang masih remaja dan berstatus pelajar salah satu SMA di Situbondo. Keempatnya remaja putri yang berasal dari Kecamatan Mangaran dan Kapongan itu adalah D (17), M (16), A (17) dan T (17).

Kapolres Situbondo AKB Sugandi menegaskan, 80 orang anggota PSHT Situbondo itu ditangkap di rumahnya masing-masing. Hingga kini, mereka masih diamankan di Mapolres Situbondo.

"Ini dilakukan sebagai upaya untuk memudahkan proses penyidikan. Namun, sebagian dari mereka statusnya sebagai saksi," ujar Sugandi, Rabu (12/8/2020).

Sugandi menambahkan, penyelidikan petugas dari 80 saksi yang diamankan dan sejumlah keterangan lain mengarah pada 10 orang yang statusnya berpotensi dinaikkan menjadi tersangka

"Sebanyak 80 anggota PSHT yang ditangkap, 10 orang diantaranya berpotensi menjadi tersangka," pungkasnya.

Kejadian ini bermula pada Minggu lalu (9/8) saat anggota PSHT melakukan konvoi di desa Kayu Putih. Saat itu, seorang warga setempat bernama Zainal menegur mereka yang mengambil paksa bendera Merah Putih yang berkibar di warung milik warga.


Namun, teguran itu memantik emosi anggota PSHT yang tengah berkonvoi. Mereka lantas menghajar Zainal. Mengetahui ada warga dikeroyok, warga yang lain pun berusaha memberi pertolongan lalu menjadi amukan massa.


"Waktu itu kan mereka ambil bendera, ditegur dan mereka turun [dari sepeda] tak terima, banyak orangnya," kata Zainal.


Lihat juga: Lima Penyerang Midodareni Solo Ditangkap, Pelaku Lain Diburu

Penyerangan oleh kelompok silat yang sama kembali berlanjut pada Senin (10/8) pukul 02.30 WIB dini hari. Mereka melempari rumah warga di desa Trebungan menggunakan batu dan kayu.


Akibatnya 10 rumah warga mengalami kerusakan seperti kaca rumah yang pecah, kemudian empat mobil warga juga mengalami kerusakan, dan 15 kios menjadi korban penjarahan dini hari itu. Beberapa orang warga pun dilaporkan mengalami luka-luka.

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...