Selasa, 04 Agustus 2020

Konten 'Prank Daging Kurban Isi Sampah' Disebut Settingan


Pihak keluarga turut angkat bicara terkait penangkapan YouTuber Edo Putra. Sang paman, Makmun, menganggap tingkah keponakannya itu memang untuk bergurau.

Makmun menyebut dirinya sempat mendapat kabar tentang perilaku Edo Putra yang kontroversial di dunia maya. Namun, ia tak tahu persis apa motif di balik perilaku tersebut.

"Pernah cerita cuma nggak paham masalah YouTuber secara ini kan," ujar Makmun saat ditemui di Polrestabes Palembang, Minggu (2/8/2020).

Menurut Makmun, prank Edo Putra yang memberikan kresek berisi sampah berkedok paket kurban bukan aksi perdananya. Sebelumnya, ia sempat menasihati Edo soal prank yang dilakukannya tahun lalu.

"Pernah sekali (menasihati) masalah THR kosong itu, kalau nggak salah tahun kemarin. Cuma namanya juga anak-anak kadang nggak selalu di bawah pengawasan kita kan," sambungnya lagi.

Makmun menegaskan bahwa aksi Edo Putra yang memberikan kresek berisi sampah adalah murni settingan. Emak-emak yang menjadi 'target' prank Edo Putra ternyata orang tua kandungnya sendiri.

"Benar, itu orang tua kandung, emang sudah settingan, kepentingan konten, yang satu lagi orang tua temannya," kata Makmun.

Makmun berharap Edo Putra mendapat solusi terbaik dari pihak berwajib. Ia pun ingin YouTuber tersebut memetik pelajaran dari kejadian ini.

"Paling pengin minta solusinya yang terbaik kan supaya bisa jadi pelajaran buat dia ke depan. Mungkin solusi dari pihak yang berwenang," tutip Makmun.

Seperti diketahui, Edo Putra diamankan pihak kepolisian di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (2/8/2020). YouTuber tersebut telah diamankan. Ia diperiksa terkait kontroversi video di channelnya yang berjudul PRANK BAGI BAGI DAGING KE EMAK-EMAK ISINYA SAMPAH #THEREALPRANK.

Edo Putra pun berhasil mendapatkan emak-emak yang menjadi korbannya tersebut. Ia memberikan sampah yang dibungkusnya itu dengan kresek hitam, alih-alih membagikan daging kurban seberat 5 kg.

Bagaimana menurut kalian? Jangan lupa tuliskan pendapat kalian di kolom komentar, ya!

Utama

Naik Kendaraan Tak Pakai Masker, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 Juta!

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB ini, masyarakat tetap dianjurk...