Minggu, 16 Agustus 2020

Filosofi Dibalik Lomba Makan Kerupuk

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari berbagai lomba, termasuk lomba makan kerupuk. Lomba ini ternyata punya filosofi perjuangan yang dilakukan saat merebut kemerdekaan.  Hari Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus atau kerap disebut juga Agustusan selalu dimeriahkan dengan adanya berbagai lomba. Satu yang jadi lomba ikonik sekaligus favorit banyak orang yakni lomba makan kerupuk.

Sekilas lomba makan kerupuk ini tampak sangat sederhana. Peserta yang mayoritas anak-anak akan ditantang adu cepat menyantap kerupuk. Tak semudah yang dibayangkan, kerupuk yang diadu ini akan digantung pada seutas tali. Peserta harus makan mengandalkan mulut saja tanpa melibatkan bantuan tangan.


Kerupuk yang bergoyang di atas tali ini membuatnya sulit dimakan, alhasil butuh perjuangan ekstra untuk menyantap habis kerupuk putih berbentuk bulat ini.


Di balik kesederhanaan lomba makan kerupuk, ada filosofi di baliknya. Usaha dan perjuangan menghabiskan kerupuk ini digambarkan sebagai perjuangan rakyat Indonesia saat melawan penjajah.


Di tambah, dahulu kerupuk sudah termasuk makanan mewah. Olahan kerupuk yang dimakan dengan nasi atau tiwul dianggap istimewa bagi rakyat zaman dahulu. Inilah sebabnya, kerupuk dijadikan lomba agar semangat perjuangan tetap melekat di jiwa anak-anak.


Di akhir lomba, peserta yang mampu menghabiskan kerupuk paling cepat akan berhak mendapat hadiah. Hadiah inilah yang diibaratkan sebagai buah dari perjuangan yakni kemerdekaan.


Kini lomba makan kerupuk semakin inovatif. Bukan hanya kalangan anak-anak, panitia lomba Agutusan bahkan mempersilahkan para ibu dan bapak untuk ikut serta mengikuti lomba makan kerupuk.


Uniknya lagi, kini ada lomba makan kerupuk yang bagian talinya dikaitkan dengan kaki. Sehingga untuk menghabiskan satu keping kerupuk dirasa sangat sulit.


Agustusan kali ini pemerintah masih melarang dan membatasi kegiatan sosial, termasuk gelaran lomba Agustusan. Diperkirakan, tidak ada lomba makan kerupuk yang bisa jadi tontonan seru karena pandemi Corona yang melanda Indonesia.


Bagaimana dengan perlombaan di tempatmu? Masih adakah lomba makan kerupuk? Atau ada lomba lainnya yang tak kalah unik? Coba sebutkan di kolom komentar, ya!

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...