Kamis, 20 Agustus 2020

Berapa Gaji 'Kakek Sugiono' dan Kawan-kawan Sekali Shooting?

 

Pernah dengar meme dengan sisipan kata 'Kakek Sugiono'? Sudah tahu siapa dia sebenarnya?


'Kakek Sugiono' ini adalah Shigeo Tokuda, aktor film porno asal Jepang yang lahir pada 18 Agustus 1934. Shigeo kini sudah pensiun, tapi mukanya sering nongol di meme-meme yang disebar netizen.


Pada waktu masa aktifnya sebagai bintang porno, kakek legendaris ini biasa dibayar berapa ya?


Tidak ada sumber yang memastikan berapa besarnya bayaran Kakek Sugiono sekali shooting, namun ada beberapa bocoran yang bisa dijadikan acuan.


Seperti dikutip dari Asian Money Guide, Rabu (19/8/2020), bayaran bintang porno Jepang sangat tergantung dari popularitasnya.


Menurut eks aktris porno Jepang bernama Emiri Okizaki, untuk aktor atau aktris pemula biasanya dapat bayaran US$ 2.000 (Rp 28 juta) sampai US$ 6.000 (Rp 80 juta) sekali shooting.


Sementara aktris dan aktor yang sudah punya nama bisa dibayar US$ 10.000 (Rp 140 juta) hingga US$ 30.000 (Rp 400 juta) sekali shooting. Bahkan ada juga yang sampai dibayar US$ 100.000 (Rp 1,4 miliar) kalau si pemain sudah sangat terkenal.


Namun biasanya, nilai bayaran antara aktris dan aktor ada sedikit perbedaan. Aktor porno biasanya dibayar sedikit di bawah aktris porno.


Meski bayarannya besar, jadi bintang porno ternyata tidak menjanjikan karir cemerlang. Apalagi banyaknya persaingan, terutama dari bintang-bintang baru yang muncul dengan usia yang lebih muda.


Shigeo sendiri baru mulai jadi bintang porno setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai agen perjalanan di usia 60 tahun. Karena sudah tidak ada kerjaan dan banyak waktu senggang, Shigeo pun memilih untuk berakting di depan kamera dengan lawan main yang jauh lebih muda dan lama-lama dapat gelar 'Kakek Sugiono' di Indonesia.


Bagaimana menurut kalian? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar, ya!

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...