Selasa, 07 Juli 2020

Setelah Dua Hari Hilang di Gunung Guntur Berhasil Ditemukan Warga Nyaris Telanjang

Garut - Seorang pendaki Gunung Guntur bernama Afrizal (16), warga Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat, hilang secara misterius sejak Sabtu (4/7/2020) saat mendaki bersama dengan empat orang temannya.

Afrizal hilang saat tengah tertidur di tenda. Sebelum menghilang, korban bersama dengan empat orang temannya sempat bergadang hingga jam 2 pagi. Namun, salah satu temannya mendapatkan Afrizal menghilang saat bangun jam lima pagi.

Korban ditemukan pada Minggu (5/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB di sekitar sumber mata air yang dikenal dengan nama Cikole, cukup jauh dari lokasi awal korban mendirikan tenda. Afrizal ditemukan dalam keadaan lemas dan hanya menggunakan pakaian dalam oleh salah seorang warga bernama Entis Sutisna (60)

"Kata korban, dia tidak tahu kenapa bisa sampai ada disitu, dia hanya ingat sedang tidur dalam tenda sama temannya," ujar Entis.

Kata Entis, korban ditemukan saat dirinya memanggil namanya.

"Saya tawasul, berserah diri karena semuanya. bagaimana Allah, setelah itu saya teriak-teriak panggil nama korban dan Alhamdulillah ada jawaban," katanya.

Sambung Entis, peristiwa serupa pernah terjadi 10 tahun lalu.

"10 tahun lalu pernah kejadian seperti ini, ketemu setelah 4 hari, sama kondisinya saat ditemukan juga telanjang," katanya.

Mendaki sejak Jumat siang

Sebelum dinyatakan hilang, korban bersama dengan empat rekannya mendaki Gunung Guntur sejak Jumat (3/7/2020) siang. Hal itu diungkapkan Kaposlek Tarogong Iptu Masrokan.

"Jumat malam, mereka buka tenda dan menginap di pos tiga jalur pendakian. Pagi harinya, korban sudah tidak ada di tenda," jelas Masrokan, Minggu (5/7/2020).

Setelah sampai di Pos 3 mereka membangun tenda, dan pada malam harinya mereka bergadang hingga pukul 02.00 WIB.

Namun, saat salah seorang rekannya bangun jam 5 pagi, Afrizal sudah tidak ada di tenda. Kemudian keempat rekan korban menunggunya di pos 3 hingga siang hari.

"Mereka sempat menunggu korban sampai sekitar jam 11 siang, setelah itu keempat temannya memutuskan turun ke pos 1 dan menunggu di pos 1," katanya.

Lapor ke keluarga korban
Karena korban tak kunjung datang, rekannya pun memutuskan untuk pulang dan melaporkannya kepada orangtuanya. Pihak keluarga langsung melakukan pencarian hingga pos satu ketika mendengar kabar tersebut. Namun sayang korban tidak ditemukan.

"Upaya pencarian malam itu dihentikan, keluarga korban dijemput di pos satu dan pencarian dilanjut hari ini," jelasnya.

Pada Minggu, tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD dan masyarakat sekitar melakukan upaya pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan oleh seorang warga di dekat sumber mata air.

Langsung dipulangkan ke rumahnya
Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dibawa ke rumahnya dengan menggunakan mobil milik warga.

"Kita koordinasi dengan Koramil Cilawu untuk mengecek korban di rumahnya, ternyata memang sudah ada di rumah," kata Komandan Koramil Tarogong Kapten Ing Dedi Saefulloh.

Kata Dedi, korban ditemukan sekitar pukul 09.00 pagi oleh warga yang sehari- hari berjaga di parkiran kendaraan di pos pendakian awal Gunung Guntur di Kampung Citiis.

Bagaimana menurutmu? Apakah kalian pernah mengalami pengalaman serupa? Bagikan pengalaman kalian di kolom komentar, ya!

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...