Kamis, 23 Juli 2020

Ada Kelompok Baru di Papua yang Ingin Saingi KKB

Papua - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun belakangan ini muncul kelompok lain di Tanah Cenderawasih. Dalam beberapa waktu terakhir, kelompok ini menjadi sorotan karena aksinya yang seolah ingin menyaingi KKB Papua.

Siapa sebenarnya kelompok Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) saingan KKB Papua yang baru-baru ini eksis? Seperti diketahui, NRFPB menjadi sorotan di tengah eksistensi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Meski tak setenar KKB Papua, Kapolda Papua Paulus Waterpauw menyebut NRFPB saat ini memang sedang ingin eksis.

NRFPB kini tengah diburu oleh aparat keamanan karena memakai atribut ala TNI- Polri. Kelompok ini dulunya pernah viral karena beberapa kegiatan yang dilakukannya. Bahkan beberapa kegiatan tersebut sampai dibubarkan oleh Polri.

NRFPB pernah melakukan acara deklarasi pada tanggal 31 Agustus 2018 di Abepura, Papua. Foto sejumlah orang memegang spanduk yang bertuliskan Pemerintahan Sementara Negara Republik Federal Barat juga sempat beredar di media sosial. Selain itu foto surat dengan kop Pemerintahan Sementara Negara Republik Federal Papua Barat juga beredar di media sosial.

Dalam surat itu memuat undangan menghadiri deklarasi pemerintahan sementara yang ditujukan kepada seluruh pemimpin, masyarakat, mahasiswa Papua Barat. Surat itu ditandatangani oleh Yoab Syatfie yang mengklaim sebagai Perdana Menteri Negara Republik Federal Papua Barat.

Tapi Polda Papua saat itu langsung bergerak dan membubarkan acara tersebut. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo, Polri sudah mengantongi informasi terkait rencana deklarasi tersebut sebelum membubarkannya.

Namun, Polri tak menangkap orang-orang yang diduga terlibat dalam rencana deklarasi. Menurut Setyo, polisi hanya mengamankan spanduk dan baliho acara tersebut karena cenderung memprovokasi masyarakat.

Yang pasti, ujar Setyo, Polri sudah mengidentifikasi asal usul kelompok yang terlibat dalam rencana deklarasi tersebut. Namun, ia tak menjelaskan rinci identitas kelompok yang menginisiasi acara itu.

Diketahui, keberadaan NRFPB mulai jadi sorotan setelah Polda Papua menyita tiga koli atribut NRFPB di Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Rabu (15/7/2020).

Menurut Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, organisasi tersebut pusatnya di Sorong, Papua.

"Itu dari Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) yang sekarang pusatnya ada di Sorong, Papua Barat," kata Paulus Waterpauw di Jayapura, Jumat (17/7/2020).

Sampai saat ini polisi masih mendalami pihak yang mengirimkan paket tersebut dan juga mencari tahu pihak yang menerima paket itu. Paulus mengatakan, tindakan pengiriman atribut itu telah mengarah kepada perbuatan melanggar hukum.

Karena NRFPB menggunakan atribut yang identik dengan TNI-Polri.

"Untuk pemeriksaan sudah berlangsung, tapi bagaimana pun ada bukti yang mengatakan bahwa mereka menggunakan atribut yang identik dengan kepolisian maupun TNI," kata dia.

Paulus mengatakan, keberadaan NRFPB telah diketahui sejak lama. Tapi, dalam beberapa waktu terakhir, organisasi itu dianggap vakum karena aktivitasnya tak terlihat.

"Memang mereka sedang mencoba mencari eksistensi dalam keadaan seperti ini.

Mereka ada, perjuangan mereka di pesisir pantai, kita pernah temukan mereka berlatih di sebuah pulau di Papua Barat," kata dia.

Waterpauw menjelaskan, aparat sudah mengetahui modus aktivitas NRFPB dalam merekrut anggota.

Menurutnya, mereka merekrut anggota secara sepihak tanpa meminta persetujuan warga.

"Jadi sistemnya mereka begini, warga yang memberi perhatian sama mereka, ikut memberikan sumbangan berupa makanan atau dana, itu langsung mereka catat sebagai bagian pengikut, itu modusnya," kata dia.

"Beberapa kali mereka undang orang-orang dari kampung untuk ibadah dan tiba- tiba ada deklarasi, kemudian tiba-tiba diberikam pakaian dinas seperti pakaian militer, itu modus-modusnya," sambung Waterpauw.

Ia menegaskan aparat keamanan akan mengusut kasus tersebut untuk mengungkap maksud pengiriman atribut NRFPB ke Pegunungan Bintang.

Wah, bagaimana menurut kalian dengan aksi kelompok baru di Papua ini? Tuliskan pendapat kalian di kolom komentar, ya!

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...