Kamis, 04 Juni 2020

Polda Sumut Ungkap Sindikat Terapis Khusus Gay

Medan - Personel Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap sindikat terapis khusus gay, 11 pria dan ratusan alat kontrasepsi diamankan petugas dari lokasi di Komplek Setia Budi, Jalan Ringroad, Kota Medan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap sindikat pijit-pijat khusus gay pada Sabtu 31 Mei 2020.

“Ada 11 orang diamankan, termasuk tersangka inisial H sebagai perekrut dan menyiapkan tempat, sedangkan 10 pria lainnya sebagai terapis. Dari hasil penyelidikan, pasiennya semua laki-laki, makanya jadi aneh jika ada kondom atau alat kontrasepsi, ada juga yang bekas pakai,” papar Kombes Pol Irwan saat menggelar konprensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (3/06/2020).

Dari hasil penggerebekan, Polisi telah menyita 18 unit ponsel, uang tunai, beberapa alat komunikasi dan ratusan alat kontrasepsi.

“Ini sifatnya memang tertutup dan terbatas. Jadi memang hanya dikalangan mereka saja, pasien dan terapisnya,” ungkapnya.

Polda Sumut masih terus mendalami adanya jaringan dalam sindikat terapis khusus ini. 

“Sifatnya kan tertutup dan terbatas. Kami dalami ada grup yang mereka gunakan, ada juga secara pribadi. Terapis ini sudah hampir 2 tahun beroperasi,” ujar Direktur.

Para tersangka, lanjut Direktur Ditreskrimum, dikenakan pasal 2 UU nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. 

“Barang siapa yang merekrut, menampung atau mengangkut dengan tujuan eksploitasi itu dipidana minimal 3 tahun dan 15 tahun maksimal penjara. Didenda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta. Bisa juga dijerat pasal 256 KUHP dengan memudahkan perbuatan cabul,” jelasnya.

Polda Sumut masih mengembangkan siapa yang terlibat dalam sindikat tersebut. 

“Siapa-siapa saja yang mempergunakan layanan ini, secara teknis akan kita dalami. Barang buktinya ini tidak lazim dilakukan seperti adanya alat kelamin (buatan). ada ratusan alat kontrasepsi. Kami juga mendalami percakapan mereka gunakan untuk melayani,” tandasnya.

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...