Senin, 22 Juni 2020

Petani Digondol Siluman Wanita, Ditemukan Mengapung Di Sungai Setelah 16 Jam Hilang

Brebes - Tarjono (52) dilaporkan menghilang dan tenggelam selama 16 jam. Ketika diselamatkan, pria asal Brebes tersebut mengaku bahwa ia diajak oleh seorang wanita cantik misterius. 

"Awalnya kita mendapatkan informasi dari potensi atau relawan SAR yang ada di Brebes, bahwa ada salah satu warga Larangan yang sehabis menyirami tanaman bawang hanya terlihat peralatan kebun dan pakaian di pinggir irigasi," kata Komandan Lapangan Basarnas Cilacap, Maryadi.

Maryadi menjelaskan Tarjono dilaporkan hilang pada Kamis (11/6) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun karena lokasi yang jauh, timnya baru di lokasi kejadian sekitar pukul 17.00 WIB.

"Jaraknya dari Cilacap ke Brebes kan lumayan, mendapatkan informasi itu, relawan yang di Brebes melakukan pencarian dahulu seharian sampai ngecek ke gorong-gorongnya. Itu sampai kurang lebih (berjarak) 3 km dari titik penemuan baju (Tarjono) itu sampai ke bawah itu," ujarnya.

Hingga pukul 18.00 WIB, lanjut dia, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda- tanda keberadaan Tarjono di saluran irigasi tersebut. Hingga akhirnya proses pencarian dihentikan pada pukul 18.00 WIB untuk dilanjutkan keesokan harinya.

"Lalu kita briefing dengan tim, (pencarian Tarjono) dihentikan sementara untuk dilakukan pencarian (lanjutan) besok," jelasnya.

Ketika tim SAR gabungan tengah melakukan briefing di balai desa setempat, salah seorang warga melaporkan bahwa ia melihat Tarjono muncul ke permukaan air. Mengetahui hal tersebut, seluruh tim bergegas menuju lokasi kejadian.

"Kita ke sana langsung, korban dibawa ke Puskesmas Larangan, saat ditemukan kondisinya masih sadar dan sehat. Awalnya sih kalau saya lihat, (Tarjono) masih terlihat linglung ya, tapi setelah sampai di Puskesmas diinfus dan saya lihat sudah normal. Sambil bercerita bahwa pengakuan si korban itu, mau mandi mau bersih-bersih itu diajak wanita cantik ke suatu tempat," ungkapnya.

Meskipun demikian, penjelasan yang diberikan Tarjono tidak dianggap serius oleh tim Basarna Cilacap dan tim SAR gabungan. Menurut Maryadi, korban juga tidak bisa menjelaskan dengan detail apa yang dialaminya.

"Kita hanya menanggapi 'oh gitu'. Dia hanya cerita sebatas itu tidak mendetail, dan terlalu dalam. Pengakuannya seperti itu ya ibaratnya mengiyani (mengiyakan). Hanya pengakuan, kita tidak bisa ikut menyelidiki lebih jauh. Hanya katanya dia diajak ke sebuah desa, tidak cerita sampai ada sebuah istana, tidak," ucapnya.

Ketika sudah sehat, Tarjono menceritakan bahwa saat itu dirinya tengah menyirami tanaman di ladang sebelum dilaporkan hilang dan tenggelam.

"Kejadiannya ini saat pulang dari menyiram tanaman cabai. Berangkat pukul 01.00 WIB dan selesai pukul 03.00 WIB," ucap Tarjono saat ditemui wartawan di rumahnya, kemarin.


Tarjono mengaku bahwa ia bertemu dengan wanita canti di jalan ketika usai menyiram tanaman. Sosok wanita tersebut menggunakan pakaian adat Jawa, mendekati dan langsung menggandeng tangan Tarjono lalu menuntunnya ke arah sungai.

Tidak ada yang bisa dilakukan Tarjono selain menuruti ajakan sosok wanita cantik misterius itu. Sebelum masuk ke air, Tarjono mengaku bahwa ia sempat minta waktu untuk melepaskan pakaiannya agar tidak basah. Namun, tidak lama kemudian ia merasa ada yang mendorongnya masuk ke sungai.

"Pas di tepi sungai, saya bilang, 'sebentar mau melepas pakaian dulu'. Setelah telanjang, tahu-tahu ada yang mendorong pantat dan langsung tercebur (ke sungai)," terangnya.

"Anehnya pas jatuh di air, tahu-tahu saya berada di tengah desa. Semua orang yang saya kenal di desa ini semuanya ada. Jadi tidak merasa asing. Tapi mereka tidak pernah menoleh saat disapa. Kepala mereka merunduk semua," tutur Tarjono.

Selama berada di desa yang ia kenal itu, Tarjono mengaku diajak berkeliling dan dibawa ke istana yang berada di sebuah gunung. Dalam ceritanya, ia menuturkan bahwa ia berada di desa tersebut selama tiga hari lamanya. Hingga akhirnya ila melihat suatu tempat yang mirip penjara. Di tempat itu pula ia melihat banyak temannya yang dimasukkan ke dalam. Sosok wanita cantik itu pun Turut memintanya untuk masuk ke penjara,

"Ada semacam suara 'aja' (jangan). Terus saya pun menolak masuk ke penjara itu. Tidak mau saya," kenangnya.

Pada saat ia menolak untuk dimasukkan ke penjara itu lah ia merasa ada yang menendangnya hingga terjatuh. Setelah merasa dirinya ditendang hingga jatuh, saat itu pula lah tiba-tiba dirinya muncul ke permukaan air.

"Kaget pas ditendang itu, tiba-tiba saya berada di air. Ada banyak orang di pinggir saluran. Ternyata mereka sedang mencari saya, karena telanjang saya minta tolong diambilkan handuk," ceritanya.

Saksi mata menyebutkan bahwa Tarjono muncul ke permukaan air pada saat magrib dan ditemukan mengambang di saluran irigasi besar dekat desa mereka.

"Korban ditemukan 16 jam. Dia tenggelam Kamis (11/6) sekitar jam 03.00 WIB pagi. Ditemukan petang (sekitar) jam 18.00 WIB," kata Ahmad Mukmin.

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...