Sabtu, 13 Juni 2020

Oknum Guru Yang Juga Fotografer Setubuhi Anak-Anak Di Bawah Umur

Bojonegoro -Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, menangkap seorang oknum guru honorer yang melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Guru itu bernama Muhammad Hadi (36), warga Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.

Selain berprofesi sebagai guru, tersangka juga sebagai seorang fotografer amatir. Namun, hobi fotografinya mengarah pada konten pornografi dan berujung persetubuhan kepada beberapa orang korban.

Salah satu korban yang disetubuhi tersangka sebut saja namanya Bunga, yang masih berumur 15 tahun warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Korban disetubuhi tersangka di salah satu hotel di Kecamatan Kalitidu pada Rabu, 6 Mei 2020 lalu.

Kasus persetubuhan ini terbongkar setelah orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Mapolres Bojonegoro. Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan, dan tak lama tersangka berhasil diringkus tanpa perlawanan di rumahnya Desa Bendo.

"Modusnya tersangka menawarkan kepada korban untuk menjadi foto modelnya. Sebelum sesi pemotretan, tersangka membuat surat perjanjian kontrak dan modelnya dibayar Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu," jelas Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan saatpress release, Jumat (12/6/20).

Lanjut Kapolres, sesi pertama pada saat pemotretan, korban masih mengenakan pakaian rapi, tepatnya di sebuah hutan di wilayah Barat Bojonegoro. Selanjutnya sesi kedua pemotretan dilakukan di dalam kamar sebuah hotel di Kecamatan Kalitidu.

Namun, pada sesi kedua ini tersangka meminta kepada korban agar membuka baju secara telanjang untuk dipotret. Korban menolak, tetapi tersangka menakut-nakuti dengan surat perjanjian awal dan tiga perjanjian lainnya.

"Tiga ancaman itu di antaranya apabila pose foto bugilnya jelek, pertama, korban akan dijadikan pacar. Kedua, korban akan disetubuhi. Dan ketiga, korban diminta membayar denda senilai Rp 60 juta," ungkap Kapolres.

Dengan dalih dan ancaman apapun, sepertinya tersangka sudah punya niat buruk sejak awal. 

Karena takut didenda, akhirnya korban mengikuti keinginan tersangka, dengan pose telanjang bulat dan pemotretan dilakukan di kamar hotel. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang harus disetubuhi.

"Ada ancamannya, makanya ada yang mau foto bugil, bahkan ada yang disetubuhi anak di bawah umur," kata Kapolres.

Lebih jauh Kapolres Bojonegoro mengatakan, dari pengakuan pelaku saat dilakukan penyidikan, korbannya ada 25 anak.

Namun yang baru teridentifikasi 18, yang sudah diperiksa 8 dan 3 dilakukan persetubuhan di sebuah hotel.

Untuk adegan foto syur sendiri ada yang dilakukan di luar ruangan dan juga dalam ruangan, menyesuaikan selera.

"Sudah kita tahan, kita jerat UU perlindungan anak ancaman penjara 15 tahun," pungkasnya.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar waspada kepada oknum yang mengaku fotografer dengan modus kontrak dan iming-iming memberikan imbalan berupa uang.

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...