Selasa, 30 Juni 2020

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah Menolak Tangani Laporan Anak Perkarakan Ibu Kandung

Praya (Suara NTB) – Nama Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng), AKP Priyo Suhartono, SIK., mendadak viral di dunia maya sejak Sabtu, 27 Juni 2020 setelah menolak menangani laporan MH, warga asal Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya yang hendak melaporkan ibu kandungnya sendiri atas dugaan penggelapan. Ibu kandungnya dilaporkan, karena tidak mau mengembalikan sepeda motor yang dibeli dari hasil penjualan tanah warisan bapaknya.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, pada Sabtu pagi, MH mendatangi Polres Loteng untuk melaporkan ibu kandungnya. Namun oleh Kasat Reskrim Loteng, MH sempat dimediasi dengan ibu kandungnya supaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak melalui jalur hukum.

Tetapi MH, tetap ngotot mau menempuh jalur hukum dengan melaporkan ibu kandung sendiri ke polisi, sehingga atas pertimbangan kemanusiaan, Kasat Reskrim kemudian memutuskan menolak menerima laporan dari MH serta memerintahkan anak buahnya untuk tidak menanggapi apalagi memproses laporan dari MH.

“Hukum boleh ditegakkan. Tapi juga tetap harus memandang hati nurani,” ujar Priyo, kepada Suara NTB, Minggu, 28 Juni 2020.

Awalnya, tutur Priyo dulu MH menjual tanah warisan bapaknya seharga Rp200 juta. Hasil penjualan tanah tersebut kemudian diberikan kepada ibunya sebesar Rp15 juta. Oleh KS, ibu kandung MH, uang tersebut digunakan membeli sepeda motor dan dipakai oleh saudara-saudaranya.

Seiring waktu, MH ternyata tidak terima kalau sepeda motor tersebut dipakai oleh saudara-saudara ibu kandungnya, sehingga MH, lantas meminta kembali sepeda motor tersebut, karena surat-surat sepeda motor tersebut menggunakan nama MH. Tetapi ditolak oleh ibu kandung MH.

“Atas dasar penolakan itulah kemudian MH, hendak melaporkan ibu kandungnya atas dugaan penggelapan sepeda motor. Padahal sepeda motor tersebut masih dipegang oleh ibu kandungnya sendiri sampai saat ini,” jelasnya.

Ia pun mengaku tidak mempermasalahkan kalau MH keberatan atas sikap dirinya dengan menolak menerima laporanya. Bahkan jika pun MH berniat melaporkan ke Polda NTB sekalipun.

“Yang jelas, kalau kami menolak menerima laporan dan menangani kasus ini. Kalau mau menempuh jalur yang lain, silahkan itu hak pelapor,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Lombok Barat (Lobar) ini.

Sikap Kasat Reskrim Polres Loteng itu pun menuai pujian dari berbagai kalangan.

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Loteng, M. Samsul Qomar menilai, sikap Kasat Reskrim Polres Loteng sudah sangat tepat. Bahkan bisa dikatakan sikap yang langka sekaligus mulia. Ini jarang terjadi. “Hati mulia inilah yang harus dimiliki oleh seorang aparat penegak hukum,” terangnya.

Menurutnya, sikap tersebut bisa menjadi teladan serta ditiru oleh aparat penegak hukum lainnya. Bahwa tidak semua perkara atau laporan melalui proses hukum harus diselesaikan secara hukum pula. Pendekatan kemanusiaan dan hati nurani hendaknya dikedepankan pada kasus-kasus hukum yang bersinggungan dengan etika dan kebatinan. (kir)

Keterangan Video : Kasat Reskrim Polres Loteng Priyo Suhartono (kanan) berbicara dengan MH salah satu warga yang melaporkan ibu kandungnya ke polisi. Pada kesempatan ini, Kasat Reskrim menolak laporan MH dan meminta diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. (Suara NTB/ist)

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...