Selasa, 09 Juni 2020

Demokrat Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Tangani Pertanian dan Pangan Pada Masa Pandemi

Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Muslim SHI MM mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menjadikan bidang pertanian dan pangan sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pertanyaan ini disampaikan Muslim terkait rilis terbaru data Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dalam laporan tersebut, BPS mencatat bahwa, secara sektoral, sektor pertanian khususnya sub tanaman pangan mengalami kontraksi atau gejolak ekonomi sebesar minus 10,3%.


Angka ini merupakan kontraksi terbesar kedua setelah sektor transportasi udara yang mengalami kontraksi hingga 13,3%.

“Sebagai sektor yang paling terdampak, maka sudah sewajarnya pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap sektor ini. Perhatian ini dapat berupa penguatan anggaran, pemberian stimulus dan instrumen lainnya dalam rangka penguatan dan pengembangan sektor pertanian dan pangan,” ujar Muslim, Jumat (5/6/2020).

“Sayangnya, perhatian khusus yang sangat dinanti-nantikan 111 juta penduduk yang tergantung pada sektor pertanian ini tak pernah kesampaian. Jangankan mendapatkan perhatian, anggarannya malah dipangkas hingga mencapai 3,6 triliun,” lanjut Muslim

“Padahal, perhatian khusus ini, bukan saja dibutuhkan oleh keluarga petani, tetapi juga rakyat kecil lainnya, para nelayan, para buruh dan pekerja informal lainnya karena ini menyangkut masalah pangan,” tambahnya pula.

Politisi Partai Demokrat ini juga menyebutkan bahwa kondisi ini sangat kontradiktif dengan pernyataan dan keinginan pemerintah dalam menjadikan sektor pertanian sebagai garda terdepan menghadapi krisis pandemi. Kalau memang berkeinginan seperti itu, maka harus dikonkritkan dengan komitmen, kebijakan dan keberpihakan anggaran pada sektor tersebut.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menghabiskan ratusan triliun anggaran sebagai stimulus pemulihan ekonomi.

Namun, dari jumlah besar itu stimulus untuk sektor pertanian sangatlah minim, kalau tak mau disebut tidak ada. Padahal, dari data BPS jelas mengatakan kalau sektor ini mengalami dampak paling parah akibat pandemi, dan sudah sewajarnya ini harus diberi perhatian lebih.

“Artinya, pemerintah selama ini sudah salah kasih obat. Yang sakit perut, tapi yang diobati malah kepala. Karenanya saya mempertanyakan kembali keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pangan dan pertanian sebagai garda terdepan menghadapi krisis pandemi,” pungkas politisi yang biasa dipanggil Bang Muslim ini. (serambinews)

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...