Senin, 11 Mei 2020

Vidionya Viral Pedagang Kelapa Cantik Ini Semakin Laris Daganganya

Samarinda : Diana Ela Sari, mahasiswi di Samarinda viral di media sosial usai aksinya memotong kelapa beredar via video di Instagram ataupun Facebook sejak beberapa hari lalu.

Diketahui kemudian, Diana Ela Sari ternyata memanglah membantu sang ibu, Musrifah, untuk menjual es kelapa di kawasan Samarinda Seberang. 

Viralnya Dian Ela Sari ini dikarenakan adanya redaksi 'cantik' dalam kabar redaksi pemberitaan yang beredar di medsos.

Ia yang merupakan putri bungsu di keluarganya itu pun mengaku senang dengan viral video tersebut.

Disampaikan Diana, video tersebut bermula saat salah satu pelanggan es kelapa merekam video ketika dirinya mengupas buah kelapa. "Itu awalnya divideo oleh pembeli es kelapa. Kemudian dia kirim ke teman-teman lainnya," katanya.

Videonya viral, ikut berimbas pada dagangan yang dijual Diana Ela Sari bersama sang ibu, Musrifah. 

Setelah pemberitaan itu beredar, dalam dua hari ini, dagangannya laku keras. "Iya, bisa habis 50 buah kelapa satu hari. Kami jualan dari jam 4 sore, sampai jam 12 malam. Nah sekarang, tak sampai Isya, dagangan sudah habis," ucap Diana.

Es kelapa yang ia jual itu bertarif Rp 6 ribu per gelas, jika minum di tempat. Sementara untuk dibawa pulang berkisar antara Rp 10-15 ribu, per bungkus.

Ibu dari Diana, Musrifah pun mengaku senang. Ia akuinya bangga memiliki anak yang tetap mau bekerja dan membantu orang tua. "Saya bangga punya anak yang mau kerja keras. Terserah saja kalau ada komentar negatif di Facebook. Yang penting, anak saya masih mau kerja dan berbakti sama orang tua," ujarnya Musrifah

Perempuan kelahiran Samarinda, 2 Januari 1998, tersebut awalnya tak berani memegang benda tajam.

Namun, karena setiap hari perempuan yang hobi menari sejak kecil hingga sekarang itu melihat sang ibu dan ayah mengupas kelapa, secara autodidak nyali mengupas kelapa tumbuh.

Tak seperti yang sebagian orang tuduhkan kepadanya tentang menjual es kelapa dengan modal wajah menawan.

"Biar aja, Mas. Kan jualan sudah 10 tahun, pasti ada yang enggak suka. Kalau saya orang-orang seperti itu didoakan, semoga dimurahkan rezekinya," jelas Diana

Sejak masih duduk di bangku SMP, Sari sudah membantu orangtuanya berjualan es kelapa.

"Saya enggak aji mumpung, kan lagi corona begini, penghasilan jualan es kelapa ya seadanya. Tapi semenjak viral di media sosial, ada penambahan tapi enggak banyak," ungkapnya.

Sembari mengupas kelapa, Sari masih melayani pembeli yang hendak memintanya berswafoto.

Di sela-sela mengupas kelapa, jarinya tak jarang terkena bagian parang. Bahkan, luka sayat sepanjang 1–2 cm tampak di beberapa jari dan punggung tangan gadis yang hobi mendengarkan musik genre reggae itu.

Putri bungsu dari pasangan Supriyono dan Musrifah tersebut bercerita, dari membantu orangtuanya berjualan es kelapa, bisa mengenyam pendidikan tinggi di Politeknik Negeri Samarinda Jurusan Administrasi Bisnis.

"Alhamdulillah, saya usaha dan enggak pernah minta uang sama sekali sama orangtua. Kuliah dapat beasiswa dari pemerintah," sambungnya.

Bahkan, biaya kuliah itu sudah disiapkannya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Saya kebetulan di SMK 3 Jurusan Kecantikan Kulit. Tapi duit buat pertama kuliah itu ngumpulin dari gaji kerja. Mulai di klinik kecantikan, salon, rumah makan, sales promotion girl (SPG), nyanyi dari kampus ke kampus," ungkapnya.

Namun, tak jarang dia ikut bekerja dengan orang lain tak mendapat bayaran. Bagi dia, dianggap sebagai ladang amal.

"Saya selalu punya pemikiran, menanam kebaikan, yang dituai juga pasti kebaikan. Kelapa dibeli pagi, sore sudah habis. Tadi (kemarin) biasanya jualan itu mulai pukul 16.00 Wita, sejam sebelumnya sudah antre," tukas Diana.

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...