Selasa, 21 April 2020

Lewat IBAS Racing Team Ahirnya Sang Guru Yang Mangajar Berkeliling Dapat Bantuan Hasani Center

Sumenep :  Partai Demokrat lewat IBAS Racing Team binaan Edhie Baskoro Yudhoyono menjembatani pertemuan  Avan Fathurrahman guru SDN Batuputih Laok 03, Kecamatan Batuputih yang keliling desa mengajar muridnya di tengah pandemi corona, dengan Hasani Center binaan anggota DPR RI Fraksi Demokrat Hasani Zubair.

Indra Gunawan sebagai Manager dari IBAS Racing Team mengatakan  Avan sempat viral di medsos. Kebetulan ia punya kawan di Sumenep namanya Zaini. 

"Zaini ini kawannya guru Avan juga, singkat cerita saya gak sengaja melihat postingan cak Zaini. Kemudian saya langsung jembatani lewat Anggota DPR RI dari dapil Jatim XI Pak Hasani bin Zuber, kebetulan beliau di komisi VIII. Pada saat itu saya langsung komunikasi kan dengan TA dapilnya Pak Hasani mas, dan kemudian langsung di proses. Alhamdulillah dalam beberapa hari pihak Pak Hasani telah bertemu dengan guru Avan yang sempat viral tersebut," jelas Indra Gunawan.

Apresiasi itu disampaikan langsung sejumlah Pengurus DPC Demokrat Sumenep, Hasani Center dan IBAS Racing Team ke rumah Pak Guru Avan di Dusun Toros, Desa Babbalan Kecamatan Batuan, Selasa (21/04). 

Sekretaris DPC Demokrat Sumenep, Indra Wahyudi menyampaikan, apa yang dilakukan Pak Avan sudah sepantasnya diapresiasi oleh pemerintah. Ia menuturkan, apa yang dilakukan alumni STKIP PGRI Sumenep itu patut ditiru oleh guru-guru yang lain.

Indra mengatakan, tidak semua siswa bisa melaksanakan aturan pemerintah untuk melakukan pembelajaran online. Salah satu alasannya, karena tidak semua siswa memiliki fasilitas berupa smartphone. Hal ini seperti yang dialami siswa-siswi didikan Pak Avan.

"Semangat yang dimiliki Pak Avan ini perlu ditiru oleh guru-guru yang lain, makanya kami sangat menyambut dengan baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya," ucap Wakil Ketua DPRD Sumenep tersebut.

Sebagai wakil rakyat, Indra meminta anggaran penanganan dampak Covid-19 di Pemkab Sumenep yang mencapai Rp 90 miliar juga dialokasikan untuk dinas pendidikan. Tujuannya, agar memfasilitasi guru-guru yang memiliki semangat layaknya Pak Avan.

"Dinas pendidikan harus hadir untuk memfasilitasi guru-guru seperti mas Avan ini, support lah beliau-beliau itu," ungkap Legislator asal Dapil IV Sumenep tersebut.

Sementara itu, Apresiasi itu juga disampaikan KH. Hasani Zuber, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat. Ia mengatakan apa yang dialami Pak Avan menjadi cambuk bagi pemerintah terkait ketimpangan pemerataan pendidikan antara perkotaan dan pelosok, sekaligus menunjukkan tingginya ketimpangan sosial.

Ia mengamini, terkait kondisi siswa, terlebih ditengah situasi pandemi corona, fakta dan realitas di lapangan memang tidak sepenuhnya bisa menjalankan kebijakan pemerintah pusat terkait belajar online.

Untuk itu, ia berharap pemerintah tidak hanya menjadikan pendidikan diperkotaan sebagai rujukan, karena pada kenyataannya fasilitas pendidikan antara kota dan desa masih sangat timpang. Hal itupun, kata dia menjadi bukti kalau pemerintah belum selesai membangun desa.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Avan sebagai tenaga pendidik yang rela melakukan pembelajaran keliling. Bagi saya dialah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya," kata Ra Hasani.

"Sekali lagi saya apresiasi terhadap Pak Avan yang sangat bertanggung jawab terhadap profesi dan anak didiknya, dengan segala keterbatasan yang asa," sambungnya.

Dikonfirmasi, Pak Guru Avan mengungkapkan, apresiasi ini merupakan pertama kalinya daru partai politik dan wakil rakyat, baik DPRD maupun DPR RI. Ia meyakini, selaim apresiasi moral, apresiasi finasial yang disampaikan Demokrat dan Ra Hasani Center itu akan bermanfaat bagi anak didiknya.

"Tentu saya sangat senang dan bangga sekali, karena mendapat apresiasi langsung dari wakil saya secara pribadi, wakil rakyat, wakil kita semuanya," ungkap Alumi Magister Unmuh Surabaya tersebut.

Ia berharap, aturan pembelajaran tetap ada, namun demikian ada pengecualian bagi daerah-daerah tertentu yang masih belum memiliki fasilitas seperti laptop maupun smartphone. Sehingga guru-guru tetap bisa memfasilitasi media pembelajaran dengan hadir langsung ke rumah murid-muridnya.

Ia mengatakan, dengan hadir langsung ke rumah siawa dan siswinya itu, para guru akan dengan mudah memantau langsung proses pembelajaran. Kalaupun ada kendala yang dialami siswi, akan bisa bertanya langsung pada guru yang hadir tersebut.

"Terimakasih untuk wakil rakyat, Mas Indra, Ra Hasani juga ini pertama kali bagi saya, saya merasa terharu juga, terima kasih," tukasnya. 



Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...