Sabtu, 21 Maret 2020

Walikota Cirebon Menutup Sementara Karaoke dan Panti Pijat

Cirebon : Walikota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH mengeluarkan surat edaran perihal penutupan sementara tempat hiburan karaoke dan panti pijat dalam rangka peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi covid 19.

Surat edaran bernomor 435/SS-14-DKOKP/2050 ditandatangani oleh walikota berisikan menutup sementara segala aktivitas di tempat hiburan (karaoke dan panti pijat) mulai 21 Marer 2020 samapai dilakukan evaluasi perkembangan pendemic Covid19.

Selain mengeluarkan surat penutupan untuk karaoke dan panti pijat, walikota juga mengeluarkan surat penghentian sementara pasar dadakan setiap minggu yang berlangsung di parkiran stadion Bima. Serta menghentikan segala aktifitas massal di komplek olahraga stadion utama dan stadion madya Bima Sunyaragi Cirebon.

Sementara itu sehari sebelumnya sejumlah tempat hiburan dan panti pijat didatangi petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon.

Razia dilakukan untuk memastikan di tempat-tempat itu disediakan kelengkapan pengamanan untuk mencegah penularan virus Corona (COVID-19) seperti hand sanitizer dan alat pengukur suhu tubuh.

Setiap pengunjung, baik mereka yang datang maupun meninggalkan tempat hiburan serta panti pijat wajib membersihkan tangan dengan hand sanitizer dan diperiksa suhu tubuhnya.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon Andi Armawan mengatakan, inspeksi dilakukan secara mendadak sebagai tindak lanjut imbauan Walikota Cirebon kepada tempat hiburan agar menyediakan alat kesehatan yang memadai untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Kami memastikan pihak pengelola menyediakannya, supaya pencegahan virus COVID-19 bisa menyeluruh tidak setengah-setengah," katanya, Jumat (19/3/2020).

Menurutnya, tempat hiburan di Kota Cirebon banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah, bahkan WNA pun kerap menghabiskan waktu di tempat-tempat tersebut. "Kami mencegah supaya seluruh warga baik dari luar daerah maupun WNA aman dari virus Covid-19," ujarnya.

Ia meminta, kepada pengelola tempat hiburan segera melapor jika terdapat pengunjung atau karyawan yang menunjukkan gejala seperti terjangkit COVID-19. 

"Jika ada yang batuk, sesak napas, apalagi sampai demam penanganannya harus cepat. Supaya tenaga medis dapat memberikan pertolongan yang tepat," tukasnya.

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...