Senin, 23 Maret 2020

Akibat Mengganasnya Corona KPU Tunda Tahapan Pilkada Serentak 2020

Jakarta - Komisi Pemilihan Umum menunda beberapa tahapan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 atau Pilkada serentak karena pandemi virus Corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia.

"Memutuskan, menetapkan penundaan tahapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan/atau wali kota dan wakil wali kota tahun 2020," seperti dikutip dari surat bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman pada 21 Maret 2020.

Namun demikian, penundaan tersebut tidak termasuk tahapan pemungutan dan penghitungan suara yang rencananya akan dilaksanakan pada 23 September 2020.

"Kita belum bicara penundaan waktu penghitungan dan pemungutan suara," kata Komisioner KPU Viryan Azis Minggu (22/3/2020).

Adapun langkah penundaan sejumlah tahapan Pilkada diambil menyusul perkembangan penyebaran virus corona yang kini telah ditetapkan sebagai bencana nasional oleh pemerintah Indonesia.

Dia pun menuturkan, semuanya ini, termasuk penundaan tersebut, mengikuti perkembangan wabah yang ada.

"Sampai waktu yang akan ditentukan kemudian dengan pertimbangan perkembangan pendemi Covid-19," tukasnya.

Berdasarkan surat keputusan itu, setidaknya ada empat tahapan Pilkada yang ditunda pelaksanaannya.

Pertama, penundaan pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) serta masa kerja PPS.

Kedua, menunda pelaksanaan verifikasi syarat dukungan calon perorangan.

Ketiga, menunda pemebntukan petugas pemutakhiran daftar pemilih.

Empat, menunda pelaksanaan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Dalam surat tersebut tidak disinggung masalah penundaan waktu pemungutan dan penghitungan suara. Berarti pilkada serentak akan tetap dilaksanakan tanggal 23 September 2020. Kalaupun harus mundur tentunya akan dituangkan dalam UU, semua masih menunggu penanganan perkembangan virus Covid-19.(Ist)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...