Selasa, 17 Desember 2019

Komisi 1 DPRD Jabar Kunker Ke Desa Digital Punggul Badung Bali

E-NewsInd : Komisi 1 DPRD Jawa Barat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke salah satu desa yang sudah berbasis Digital untuk pelayanan publik. Desa Punggul Kabupaten Badung Provinsi Bali menjadi lokasi kunker yang dilaksanakan, Senin 16 Desember 2019.

Kadek Sukarma, S.Kom kepala Desa Punggul menjelaskan bahwa pelayanan di desanya sudah berbasis Digital dengan penggunaan berbagai Aplikasi. Sehingga pelayanan bisa dengan mudah dan tidak membutuhkan waktu lama.

"Digitalisasi sangat membantu untuk mengetahui berapa jumlah penduduk, tingkat pendidikan, ekonomi dan lain sebagainya. Tentunya dengan data yang kongkrit sebagai data base desa," jelas Kadek 

Pelayanan sendiri hanya dengan 5 menit sudah selesei. Karena data NIK dan lainya sudah tercatat di data base desa sehingga masyarakat cukup mendaftar surat apa yang dibutuhkan.

"Pelayanan selama 5 menit akan sangat efesien bagi oara pekerja yang tidak harus nunggu lama apalagi bolak balik beberapa hari hanya untuk ngurus surat. Kerja mereka akan sangat terganggu bila kita memberikan pelayanan yang tidak maksimal, mereka harus berapa kali meninggalkan tempat bekerja," lanjutnya

Data penduduk yang valid juga sangat diperlukan guna pemberian santunan. Desa punggu memberikan santunan bantuan bagi yang meninggal sebesar 10 juta, Manula 1 juta perbulan dan penyandang difabel 1 juta perbulan.

"Kalau kita tidak memiliki data yang valid dan canggih akan sangat kerepotan sekali. Nanti banyak yang mengaku manula karena diberi santunan tiap bulan," tutur Kadek

Bukan hanya pelayanan saja menjadi unggulan dari desa ini. Namun berbagai aspek bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainya.

Berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini, Berapapun biaya untuk PAUD Kades pasang badan untuk pendanaan PAUD dan gurunya.

"Saya ingin generasi yang lahir dari PAUD sebagai generasi emas. Semua staf PAUD menandatangani fakta integritas bila kerja tidak maksimal wajib mundur ahir tahun ajaran. Karena kami sudah beri apa yang mereka butuhkan," ucap Kadek

Anggota komisi 1 DPRD Jawa Barat Ir.H. Sri Budihardjo Herman M.I.Pol (SBH) sangat mengapresiasi apa yang sudah dilaksanakan oleh desa Punggul.

"Bagus kalo bawa para Kades datang  ke desa ini untuk  belajar peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sistem yang dibangunan seacara digital berbasis aplikasi akan menghemat ongkos dan waktu bagi masyarakat," tutur SBH disela Kunker

Politisi Demokrat ini pun mengapresiasi dana desa dan APBDes digunakan bukan hanya untuk pembangunan fisik. Setiap tahun 10 orang pelatihan komputer dari dana desa. Tamatanya sudah siap diterima oleh perusahaan.

"Desa ini selalu mengadakan pelatihan baik kursus komputer, setir mobil dan tukang bangunan. Selesei kursus mereka mendapat sertifikat dibidang masing-masing dan diberikan lapangan pekerjaan. Dengan demikian tidak ada lagi pengangguran di desa Punggul," lanjut SBH

Sedangkan sumber dana APBDes berasal dari dana Desa, ADD, pajak retribusi, hibah dan lainya.

Pemasukan tertinggi adalah dari Pajak Restribusi yang diberikan pemerintah kabupaten Bandung sebesar 10 milyar pertahun. Jadi total APBDes sekitar 13,5 Milyar setiap tahun untuk desa Punggul.

"Semoga 46 desa di Badung bisa menjadi desa digital seperti punggul. Karena menurut Kades masih 60 persen desa yang sudah melaksanakan. Walaupun pemerintah kabupaten sudah mewajibkan. Semoga hal ini bisa dilaksanakan juga di Jawa Barat," tutup SBH.(ach)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...