Jumat, 06 September 2019

Warga Kota Cirebon Kembali Keluhkan Debu Batubara

E-NewsInd - Kembali warga kota Cirebon merasa terganggu dengan aktifitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon. Ini merupakan persoalan lama yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Debu batubara sendiri tidak hanya dirasakan mengganggu warga sekitar pelabuhan kelurahan panjunan. Warga Cangkol dan Samadikun turut merasakan bau yang cukup menyengat dan debu hitam dilantai hampir setiap hari didapati.

Jaka Permana ketua Ormas XTC kota Cirebon yang juga warga Cangkol kelurahan Lemah Wungkuk berharap pemerintah kota bisa menutup aktifitas bongkar muat batubara.

"Pelindo sebagai operator sudah mencoba melakukan SOP agar debu batubara tidak menyebar dan mengganggu warga. Namun nyatanya debu tetap banyak dan mengganggu. Lebih baik tutup saja selamanya demi kebaikan bersama," tutur Jaka kepada e-newsindonesia.com Kamis, 5 September 2019

Senada dengan Jaka, warga Kesenden Lukman Santoso merasakan terganggu dengan debu dari aktifitas bongkar muat batubara.

"Tiap hari debu membuat hitam lantai dan baunya juga membuat sesak nafas. Demi keshatan warga sebaiknya ditutup saja aktifitas batubara di pelabuhan Cirebon," jelas Lukman


Sebenarnya warga panjunan yang tergabung dalam Forum Panjunan Bersatu (FPB) pernah melakukan unjuk rasa pada tanggal 8 Agustus 2019. Mereka memprotes gangguan debu dari aktifitas batubara di pelabuhan Cirebon.

Operator pelabuhan dalam hal ini PT. pelindo II berjanji membenahi SOP bongkar muat batubara agar tidak menimbulkan debu yang mengganggu. Namun sampai saat ini warga kota Cirebon, khususnya Panjunan, Cangkol, dan Samadikun tetap merasakan gangguan debu batubara dan berharap pemerintah bisa menghentikan aktifitas bongkar muat batubara di pelabuhan Cirebon. (JP)

Utama

AHY Tegaskan Tuduhan Dirinya Dalangi Demo UU Ciptaker Sangat Menyakiti Hati Nurani Rakyat

Jakarta : Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  membaca headline Koran Tempo dan Kompas hari ini. Kedua harian nasional itu m...