Senin, 04 Maret 2019

Ade Ali Mantan Pengayuh Becak Roda Tiga Kini Sudah Miliki Kendaraan Roda Empat, Kehidupan Berubah Saat Dipercaya Menjadi Kitman Timnas Indonesia

E-NewsIndonesia - Mungkin tidak terlintas dalam benak Ade Ali kehidupanya berubah drastis. Bermula dari pengayuh becak roda tiga di kota Cirebon, kini dirinya sudah memiliki kendaraan pribadi roda empat.

Selain profesi sebagai tukang becak, Ali yang lahir 30 Juni 1980 ini menjadi wasit sepak bola antar kampung. Kecintaanya pada dunia sepak bola membuat dirinya berhasrat untuk menjadi wasit.


Itu pun masih terkendala biaya pelatihan. Bahkan lisensi wasitnya pernah tertahan karena belum melakukan pelunasan. Ahirnya lisensi wasitnya bisa terambil saat ada yang menolongnya menebus lisensi tersebut.

"Saat itu hidup saya bener-bener susah, seharian narik becak belum tentu dapet penumpang. Sedangkan anak istri di rumah nunggu saya pulang bawa uang," ungkapnya

Bahkan Ali sering kali meminjam uang ke teman-teman pemain bola atau wasit Cirebon hanya sekedar buat makan anak-anaknya.

"Sering klo gak dapet job wasit dan gak ada penumpang saya pinjem ke temen-temen. Sepuluh ribu pun sangat berarti saat itu," tutur Ali sedih

Dirinya sangat berterimakasih pada Coach Indra Sjafri yang mengajaknya menjadi Kitman timnas U-19 saat itu. 

"Coach Indra saat itu datang ke Cirebon diundang pa Bagja. Kebetulan saya jadi wasit di pertandingan itu. Coach Indra bertanya saya kerja apa? Saya jawab jadi tukang becak coach. Beliaupun meminta saya ikut ke timnas," lanjutnya

Namun ajakan Coach Indra pun Ali anggap angin lalu saja, dirinya tidak mengharapakan. Selang sebulan dari pertemuan ternyata coach Indra Sjafri benar-benar memanggil Ali ke timnas.

Ternyata masalah tidak berhenti disitu saja karena Ali tidak memiliki KTP, Rekening apalagi paspor. Ali pun mengurus KTP dan baru mendapatkan surat keterangan saja.

"Buat ngurus KTP juga gak ada duit tetep minjem ke teman dan motor pun minjem ke pengurus PSSI kota Cirebon," jelas ayah 4 anak ini

Ali pun berangkat menemui coach Indra di Jakarta. Sesampai disana uang yang dia bawa dari Cirebon tinggal 5 ribu rupiah. Ahirnya Ali naik Taxi untuk menemui coach Indra dengan cara menelepon coach Indra dan memberikanya kepada sopir taxi bahwa coach Indra lah yang membayar taxi tersebut.

"Setelah bergabung dengan timnas saya sempat kaget dengan nilai kontrak karena untuk dapetin 10 ribu rupiah aja saya susah. Melihat nominal kontrak tangan saya gemetaran sampai coach Indra mengira klo nilai kontrak saya terlalu kecil, padahal bagi saya baru kali ini bakal dapat uang besar," tutur Ali

Dirinya mualai berbaur dengan Evan Dimas Cs. Ali bekerja segiat mungkin agar tidak mengecewakan Coach Indra.

"Saya harus membuat nyaman para pemain. Apapun kebutuhan mereka harus mampu saya penuhi. Mereka juga menghormati saya yang lebih tua dari mereka, coach Indra mendidik pemain santun pada sesama," jelas suami Maryani ini

Namun saat menerima gaji pertama Ali juga bingung karena tidak memiliki rekening. Ahirnya dia minta tolong kepada rekan wasit di Cirebon untuk meminjam rekeningnya. 

"Alhamdulillah kalau dulu saya minjem rekening pa Heru Dewanto buat transfer gaji. Sekarang sudah punya 5 rekening," ujarnya

Keberhasilan Timnas U-19 menjadi juara AFF, Timnas Senior Runner Up piala AFF dan Timnas U-22 juara AFF 2019 telah membuat Ali berubah perekonomianya.

"Kalau dulu saya tukang becak dan becak juga sewa ke orang sekarang Alhamdulillah sudah punya mobil buat keluarga. Rumah sudah terbeli dua. Saya gak akan lupa jasa teman-teman yang membantu saat saya susah dulu," tutur Ali berkaca-kaca meengenang pahitnya kehidupanya yang dulu.(Ach)





Utama

AHY Tegaskan Tuduhan Dirinya Dalangi Demo UU Ciptaker Sangat Menyakiti Hati Nurani Rakyat

Jakarta : Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  membaca headline Koran Tempo dan Kompas hari ini. Kedua harian nasional itu m...