Kamis, 03 Januari 2019

TKW Asal Indramayu Meninggal diduga Dibunuh Pria Bangladesh

E-NewsIndonesia - Nahas benar nasib pekerja wanita asal Indramayu, karena menolak dijadikan wanita simpanan, Nurhidayati Wartono Surata (34) diduga dibunuh pria asal Bangladesh, Ahmed Salim (30), di kamar 81, Hotel Golden Dragon, di kawasan Geylang, Singapura, Minggu (30-1/2018) sore. 

Wanita cantik tersebut warga Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Staf Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Melati Sosrowidjojo, membenarkan telah terjadi kasus pembunuhan terhadap PMI bernama Nurhidayati.

"Iya benar ada kasus pembunuhan yang menimpa PMI di Singapura, almarhumah bernama Nurhidayati binti Wartono Surata merupakan WNI asal Indramayu," ucap staf Pensosbud KBRI Singapura, pada Rabu (2-1/2019) seperti dilansir dari lioutan BMI.


Berikut keterangan pers KBRI Singapura terkait kasus pembunuhan PMI/TKW:

1. Pada tanggal 31 Desember 2018, KBRI Singapura telah menerima informasi dari Kepolisian Singapura terkait WNI meninggal a.n. Nurhidayati Bt Wartono Surata, asal Indramayu, Jawa Barat. 

2. Berdasarkan data KBRI, yang bersangkutan tercatat bekerja sebagai PMI dan dari laporan polisi, ybs meninggal dunia akibat dibunuh di sebuah hotel di Geylang, Singapura pada 30 Desember 2018. Polisi juga telah menangkap seorang laki-laki asal Bangladesh yang diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

3. KBRI telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus tersebut yg saat ini dibawah penanganan Special Investigation Section/Criminal Investigation Department. KBRI juga telah menghubungi agensi, majikan, dan PPTKIS terkait hak-hak dan pemulangan ybs. Staff KBRI juga telah ke Rumah Sakit untuk melihat jenazah.

4. KBRI akan memastikan hak-hak keuangan ybs terpenuhi dan staff KBRI akan mendampingi pemulangan jenazah ke Indramayu pada tanggal 3 Januari 2019.

5. KBRI akan memastikan berjalannya proses hukum yg dilakukan oleh Kepolisian Singapura dengan terus memantau dan mengawal perkembangannya.

Menurut rencana, hari Kamis (3-1/2019) pukul 11.00, jenazah tiba di rumah duka di Blok Gandok, RT 15/RW 5, Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Nurhidayati menolak keinginan Salim tetap menjadi pacarnya. Sebab, ia merasa hanya akan dijadikan perempuan simpanan Salim.

Sejak itu Nurhidayati sudah berulangkali memutuskan hubungan asmara dengan Salim, tetapi Salim terus ngotot menolak.

"Sampai pernah Nurhidayati mau dilempar dari lantai empat apartemen majikannya oleh Salim," ucap Warsem (53) ibunda korban

Mendengar pengaduan putrinya, Warsem meminta Nurhidayati melapor ke polisi, tetapi Nurhidayati menolak.

"Dia enggak mau berurusan dengan polisi, takut dipecat majikannya. Soalnya dia sayang sama majikannya. Gajinya pun bagus," lanjut Warsem

Penuturan salah seorang karyawan hotel tempat Salim dan Nurhidayati mengambil kamar di sana mengatakan, pasangan ini memesan kamar untuk tiga jam. Lalu menambah sewa lima jam lagi.

Setelah 10 jam tidak juga check out, petugas hotel memeriksa kamar nomor 81, dan melihat Nurhidayati sudah meninggal.

Nurhidayati sempat menikah dengan seorang pria selama tujuh tahun, lalu cerai. Dari pernikahan ini, dia dikaruniai anak, Wisnu Prayogi (11), kelas lima SD.

Hasil bekerja di Singapura, Nurhidayati mampu membeli rumah dan tanah yang lokasinya tak jauh dari rumah orangtuanya.

"Baru selesai direnovasi Desember lalu. Habis sekitar Rp 100 juta," ujar Muradi yang diserahi tanggung jawab merenovasi rumah Nurhidayati.
Menurut Muradi, Nurhidayati masih punya cita-cita membangun lagi rumah kecil untuk dirinya.(Ach/Is)




Utama

AHY Tegaskan Tuduhan Dirinya Dalangi Demo UU Ciptaker Sangat Menyakiti Hati Nurani Rakyat

Jakarta : Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  membaca headline Koran Tempo dan Kompas hari ini. Kedua harian nasional itu m...