Jumat, 21 September 2018

Hasil Insvestigasi Asia Sentinel Tidak Kredibel Demokrat Akan Tuntut Media Lokal Penyebar Fitnah

E-NewsIndonesia - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan sudah membaca permintaan maaf dan pencabutan artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen yang berisi fitnah besar terhadap SBY serta Partai Demokrat.

SBY menegaskan, misinya dan Demokrat belum selesai. Seperti puncak gunung es, masih banyak misteri yang harus dibongkar

"Saya sudah baca permintaan maaf & pencabutan artikel Asia Sentinel yg ditulis John Berthelsen yg berisi fitnah besar terhadap SBY & Partai Demokrat," tulis SBY pada twitternya

SBY ucapkan terima kasih kepada media massa yang berkenan memuat permintaan maaf Asia Sentinel ini. 

"Namun, misi kami belum selesai. Ini seperti puncak gunung es. Masih banyak misteri & teka-teki yg harus dijawab & dibongkar. Skandal fitnah ini libatkan elemen asing & bangsa sendiri. Tim Investigasi akan terus bekerja (di dalam & di luar negeri) hingga tuntas," tutur Presiden ke-6 Republik Indonesia ini

Sementara itu tim yang insvestigasi langsung di Hongkong dipimpin oleh Sekjen Partai Demokrat melaporkan hasil temuanya pada Kamis malam, 20 september 2018.

Ferdinan Hutahaean menuturkan tujuan utama investigasi partai Demokrat ada 2 terhadap Asia Sentinel :

1. Membersihkan bangsa ini dari pengaruh dan campur tangan asing di jantung kekuasaan

2. Membersihkan nama SBY dan Demokrat dari sampah yang dicampakkan ke Demokrat. 
  
Temuan: Alamat kantor Asia Sentinel palsu. Dewan Pers Hongkong bilang Asia Sentinel tidak terdaftar dan tidak ada yang mengenal.

"Apa kepentingan @Metro_TV @MetroTVNewsRoom menyebarkan berita dengan menjadikan sesuatu yangg abal-abal menjadi referensi utama bahkan menyebut yangg abal-abal dengan sebutan kredibel?" ujar kadiv Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat ini.

Fakta lapangan di Hongkong Pres Council dan Journalis tidak mengenal Asia Sentinel. 

Alamat yang ditemukan oleh Tim Demokrat di Hongkong hanya sebuah Flat kecil seperti Rumah Susun di Jakarta, di lt 1 yang pernah ditempati oleh John B. Tidak cocok sebagai kantor media yang kredibel seperti yang pemberitaan Metro TV.

"Kita prihatin ketika ada pihak yang gunakan tangan asing dalam politik
Kami akan kejar, list teratas yg akan kami gugat sekarang adlh @Metro_TV
Dan @jpnncom. Gugatan masing-masing 10 T pasti akan menarik. Namun masih kami kaji semua dan matangkan. Bisa gugatan diatas 10 T," tukas Ferdinand.(Ach)


Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...