Jumat, 07 September 2018

DPRD Malang Pecahkan Rekor 41 Anggota Legislatif Terlibat Korupsi

E-NewsIndonesia - Kasus suap pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015 menyita perhatian rakyat Indonesia.  Sebanyak 41 anggota DPRD Malang ditetapkan sebagai tersangka dan mengenakan seragam orange KPK.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melakukan serangkaian penggeledahan di Kota Malang pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Mereka yang dijerat KPK itu tidak serta merta dalam satu waktu. Setidaknya ada 3 tahapan yang dilakukan KPK hingga pada akhirnya korupsi massal itu diungkap.

"Kasus ini menunjukkan bagaimana korupsi dilakukan secara massal melibatkan unsur kepala daerah dan jajarannya serta sejumlah anggota DPRD yang seharusnya melakukan fungsi pengawasan, anggaran dan regulasi secara maksimal," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan ketika mengumumkan penetapan 22 tersangka di antaranya pada Senin, 3 September 2018

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan salah satu penyebab korupsi massal itu adalah kurangnya integritas para anggota DPRD Malang.

"Dalam proses itu, kalau transaksional dan integritasnya terganggu, kemudian lari ke hal-hal yang conflict of interest-nya yang menonjol kan bukan saja karena sistem, sistemnya kan sudah ada semua mulai e-budgeting, e-planning, dan sebagainya, jadi kalau Anda tanya persoalannya integrity, mau sistemnya kayak apa pun, pengawasannya kayak apa pun, KPK nungguin kayak apa pun, ya akan bisa terjadi karena ini persoalan integritas," ujar Saut di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (5/9-2018).

Saut mengingatkan modus korupsi massal itu juga rawan dilakukan di daerah lain. Untuk itu, dia minta para pejabat negara jujur mengelola anggaran. 

"Daerah lain seperti apa kita nggak boleh nyebut itu, tapi modus-modus seperti itu bisa jadi terjadi di tempat lain. Oleh sebab itu, ke depan ini seperti apa, rekomendasi kita untuk kemudian KPK menjaga mereka. Jangan lupa ada orang-orang berintegritas juga di daerah-daerah yang kemudian sama-sama dengan KPK, mulai dari planning-nya sampai pengeluarannya ke belakang itu berintegritas," pungkasnya

Lima anggota DPRD yang tidak menjadi tersangka, yakni Subur Triono, Priyatmoko, Abdurochman (Anggota PAW), Nirma Cris Nindya (Anggota PAW) dan Tutuk Haryani.

Berikut ini identitas 41 tersangka dari DPRD Kota Malang:
M Arif Wicaksono – PDIP (Ketua DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Zainuddin – PKB (Wakil Ketua DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Wiwik Hendri Astuti – Demokrat (Wakil Ketua DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Suprapto – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Sahrawi – PKB (Anggota Kota DPRD Malang periode 2014 – 2019).
Salamet – Gerindra (Anggota Kota DPRD Malang periode 2014 – 2019).
Mohan Katelu – PAN (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Sulik Lestyowati – Demokrat (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Abdul Hakim – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Bambang Sumarto – Golkar (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Imam Fauzi – PKB (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Syaiful Rusdi – PAN (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Tri Yudiani – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Heri Pudji Utami – PPP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Hery Subiantono – Demokrat (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Ya’qud Ananda Gudban – Hanura (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Rahayu Sugiarti – Golkar (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Sukarno – Golkar (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Abdulrachman – PKB (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Asia Iriani – PPP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Indra Tjahyono – Demokrat (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Choeroel Anwar – Golkar (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Moh Fadli – Nasdem (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Bambang Triyoso – PKS (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Een Ambarsari – Gerindra (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Erni Farida PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Syamsul Fajrih – PPP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Choirul Amri – PKS (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Dr Teguh Mulyono – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Imam Ghozali – Hanura (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Lektkol Purn Suparno – Gerindra (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Afdhal Fauza – Hanura (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Soni Yudiarto – Demokrat (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Ribut Haryanto – Golkar (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Teguh Puji Wahyono – Gerindra (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Harun Prasojo – PAN (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Hadi Susanto – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Diana Yanti PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Sugiarto – PKS (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Arief Hermanto – PDIP (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019).
Mulyanto PKB (Anggota DPRD Kota Malang periode 2014 – 2019

Parpol yang kadernya terlibat dan tertangkap KPK segera menyiapkan PAW karena DPRD Malang nyaris lumpuh setelah 41 anggotanya berpiknik ke KPK.(Ach/Is)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...