Sabtu, 01 September 2018

Srikandi Kembar Indramayu Raih Medali Perunggu Sepak Takraw Asian Games 2018


E-NewsIndonesia - Indonesia mendapat tambahan medali Perunggu dari cabang olahraga sepak takraw. Tim sepak takraw quadrant putri Indonesia hanya meraih medali perunggu setelah melakoni pertandingan semifinal melawan Vietnam pada pada Jumat sore (31/8/2018).

Tim sepak takraw quadrant putri Indonesia, yang diperkuat Lena, Leni, Dini Mita Sari dan Florensia Cristy, gagal melaju ke babak final perebutan emas setelah kalah 1-2 dari Vietnam di Ranau Hall, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Lena-Leni dkk maju ke babak semifinal setelah pada tiga pertandingan sebelumnya mengalahkan tim Myanmar dan Korea Selatan, masing-masing dengan kedudukan 2-1, serta Laos dalam dua set tanpa balas.

Pada babak semifinal lainnya, Tim sepak takraw quadrant putri Laos juga harus puas dengan mendapat medali perunggu saja karena ditumbangkan oleh Thailand dengan kedudukan 2-0.

Atlet timnas sepak takraw putri Lena dan Leni srikandi kembar dari Indramayu punya resep rahasia tersendiri untuk mempertahankan skill, stamina dan prestasi yang diraih. Bukan sekadar resep untuk menjadi lebih unggul, namun bagaimana meraih tujuan dan mengalahkan keraguan terhadap diri sendiri. 

Terlebih, prestasi yang diraih Lena dan Leni tercipta dalam kondisi ekonomi keluarga yang terbatas dan serba kekurangan. Mereka berdua semapat menjadi pemulung pada amasa kecilnya.

Menurut anak dari pasangan Surtinah dan Toni'ah ini, selain latihan yang berkala, komitmen untuk mencapai sebuah tujuan yang sudah ditetapkan juga penting untuk menjaga prestasi. 

"Latihan teruslah biarpun ada atau enggak ada kejuaraan pokoknya latihan terus. Jangan cuma latihan pas ada kejuaraan saja, harus continue. Jangan putus asa juga," ujar Lena 

Lena dan Leni mengaku, alasan di balik konsistensi dirinya dalam setiap pertandingan ialah ketekunan dan kerja keras. 

"Sejak tahun 2006 sampai sekarang awetlah di sini (sepak takraw) karena kita juga rajin. Di rumah masih tetap latihan. Enggak vakum. Kita di rumah, pagi, bangun tidur, latihan terus. Kebetulan di SMP kan cuma seminggu sekali latihannya, jadi tiap hari sebelum berangkat sekolah kita latihan, pulang sekolah kita latihan lagi," ujar Lena.

Selain itu, mencintai apa yang dilakukan jadi faktor lain yang menentukan keberhasilan Lena dan Leni. Sejak kecil Lena dan Leni sudah menyukai olahraga, mulai dari sepak bola, bulutangkis, hingga voli dilakoni dan akhirnya memilih untuk fokus dengan sepak takraw. 

Menurut Lena dan Leni, pasrah dengan keadaan hanya akan menghambat seseorang dalam meraih tujuan dalam hidupnya. Keterbatasan fisik, ekonomi itu enggak jadi halangan berprestasi buat meraih mimpi.

"Pokoknya kita ada kemauan, tekad, keyakinan dibarengi usaha dan doa. Kesuksesan adalah milik semua orang yang mau berusaha," tukas Leni.(Ach)



Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...