Selasa, 05 Juni 2018

KPK Tegaskan Surat Berbentuk PDF Adalah Dokumen Palsu

E-NewsIndonesia - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, memastikan dokumen berisi 18 nama calon Kepala Daerah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi tidak benar.

Febri meminta masyarakat berhati-hati atas tersebarnya dokumen dalam format Portable Document Format (PDF) itu agar tidak mudah percaya. Pasalnya dokumen tersebut berpotensi memunculkan konflik menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

KPK tidak pernah mengeluarkan dokumen tersebut. Karena KPK punya mekanisme internal yang bersifat paten apabila mengumunkan pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

"Dokumen PDF dan isinya tersebut tidak benar. Hati-hati dengan informasi palsu yang disebar. Kami pastikan dokumen yang beredar itu tidak benar,"kata Febri melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, (03/06/2018).

Menurut Febri, KPK tidak pernah memproses seseorang sebagai calon kepala daerah. Jika KPK melakukan proses penyidikan disertai penetapan tersangka, pengumuman akan dilakukan secara resmi melalui konferensi pers. 

"Bukan dengan dokumen PDF seperti itu, yang pasti tidak benar," jelas pria berkacamata ini

Sebelumnya, sebuah dokumen dengan format PDF beredar di media sosial. Memakai kop surat mirip lambang KPK, dokumen dua halaman itu mencantumkan 18 nama calon kepala daerah yang mencalonkan diri dalam pilkada serentak 2018.

Di bawah kop surat berlogo KPK dokumen menyebutkan daftar nama calon kepala daerah pilkada serentak 2018 yang akan diumumkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Surat itu merinci nama calon kepala daerah dan dugaan tindak pidana korupsinya.

KPK memastikan bahwa dokumen yang beredar tersebut tidak benar. KPK tidak pernah memproses seseorang sebagai calon kepala daerah, hal tersebut sudah ditegaskan sebelumnya. Karena undang-undang mengatur kewenangan KPK memproses Penyelenggara Negara
Jika KPK telah masuk dalam proses penyidikan dan menetapkan tersangka, maka hal tersebut akan diumumkan secara resmi melalui konferensi pers.

"Selalu waspada terhadap informasi yang mengatasnamakan KPK. Jika menemukan hal-hal yang dicuragai, dapat melaporkan ke aparat setempat atau Pengaduan Masyarakat KPK 021-2557 8389," tukas Febri.(E01/Ist)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...