Selasa, 08 Mei 2018

Ricuhnya Sepak Bola Indonesia Wasit Jadi Korban

E-NewsIndonesia - Kericuhan kembali mewarnai kompetisi sepak bola nasional. Kali ini insiden memalukan itu terjadi dalam pertandingan Liga 2 yang mempertemukan PSIR Rembang dengan Semen Padang di Stadion Krida, Rembang, Sabtu (28/4-2018).

Kericuhan bermula ketika wasit Iwan Buana mengesahkan gol kedua Semen Padang yang dicetak Mardiono di masa injury time.

Wasit mengesahkan gol tersebut padahal sebelumnya terjadi kontak fisik antara Mardiono dan penjaga gawang PSIR, Okta Wahyu. Akibat keputusannya itu, emosi para pendukung PSIR pun tak terbendung lagi.

Suporter dari berbagai arah melempar botol minuman ke dalam lapangan. Panitia pelaksana (panpel) pertandingan memberi imbauan lewat pengeras suara. Agar aksi tersebut dihentikan. 

Insiden tak patut itu pun memakan korban. Salah seorang aparat dari Satuan Sabhara Polres Rembang, Iswanto ikut terkena lemparan yang mengakibatkan bibirnya terluka.

Sementara itu pelaksanaan kompetisi Liga 3 zona Jawa Tengah ternoda sikap brutal para pelaku sepak bola. Ada dua dari total empat pertandingan babak 8 besar yang diwarnai penyerangan terhadap perangkat pertandingan.

Dua kejadian ini terjadi pada pertandingan Persibara Banjarnegara melawan Bhayangkara Muda Semarang di Stadion Soemitro Kolopaking Banjarnegara dan Persitema Temanggung melawan PSIP Pemalang di Stadion Bhumi Phala Temanggung, Minggu (6/5/2018).

Kejadian di Stadion Soemitro Kolopaking, diawali pelanggaran keras pemain Bhayangkara Muda ke pemain Persibara. Wasit yang melihat kejadian itu langsung memberikan kartu kuning terhadap nomor punggung 8. 

Namun pemain Bhayangkara FC tak terima dan melayangkan pukulan ke wasit. Kerasnya pukulan membuat wasit mengalami patah tulang pada bagian hidung.

Sementara di Stadion Bhumi Phala, salah satu oknum memukul asisten wasit dua hingga tersungkur. Hal ini dipicu keputusan asisten wasit yang memberi isyarat terjadinya gol, saat bola hasil sepak pojok pemain PSIP, Ibrahim Ibnu, gagal ditangkap dengan baik oleh kiper Persitema.

Dalam tayangan video di channel youtube PSIP TV, bola sepintas memang terlihat sudah melewati garis gawang saat lepas dari tangkapan kiper Persitema. Lemparan botol pun menghujani asisten wasit sebelum pada masa tambahan waktu, ada oknum dari luar lapangan yang melayangkan bogem mentah hingga assisten wasit tersungkur.

Kejadian ini kemudian berlanjut dengan menyasar wasit utama. Ada banyak oknum yang berusaha mencederai wasit. Bahkan saat wasit berlari menuju lorong ada beberapa orang melayangkan tendangan kungfu ke arahnya. Beruntung kesigapan aparat membuat wasit terhindar dari luka yang lebih parah.

Kejadian ini menjadi sorotan nasional lantaran adanya bukti video dua pertandingan tersebut. Video itu sudah beredar luas melalui media sosial.
Ketua Bidang Kompetisi Asprov Jawa Tengah Puthut Wibowo Adi mengatakan kejadian ini langsung disikapi oleh Asprov Jateng.

“Saya pribadi sudah melihat video-video itu. Kita juga sudah menerima laporan dari match commisioner. Kejadian ini langsung disikapi teman-teman Asprov, utamanya bidang komisi disiplin dengan menggelar sidang besok (Selasa),” terang Puthut Wibowo Adi seperti yang dilansir oleh KAMPIUN.ID, Senin (6/5/2018).

Puthut mengaku kecewa dengan adanya dua kejadian ini. Untuk kasus di Temanggung, dia masih akan mempelajari tentang awal mula pemukulan tersebut. Sementara untuk kejadian di Banjarnegara, sudah bisa dilihat bahwa pemain melakukan tindakan tak profesional.

“Kalau Banjarnegara dari video sudah jelas. Kalau kita lihat pelanggarannya, jelas itu kartu, merah pun layak. Di kasih kartu kuning masih tidak terima, kemudian protes dan mukul wasit,” tuturnya. Kok bisa sampai pemain berbuat seperti itu. Padahal jelas-jelas sudah salah,” tukasnya.(E01/Ist)

Utama

Naik Kendaraan Tak Pakai Masker, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 Juta!

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB ini, masyarakat tetap dianjurk...