Kamis, 03 Mei 2018

Setahun Buron Mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon Ahirnya Dijebloskan Ke LP Kelas 1 Cirebon

E-NewsIndonesia - Mantan Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi Algotas (Gotas) yang sempat buron lebih dari satu tahun, akhirnya berhasil ditangkap dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Cirebon. Saat ini Gotas, berada di ruang tahanan Admisi Orientasi (AO) sebagai awal dari pengenalan lingkungan di LP Kelas 1 Cirebon. 

Gotas ditangkap tim Kejaksaan Agung di Dusun Babadan, Pekalongan, Jawa Tengah pada Senin 30 April 2018 sekitar pukul 10.30 WIB. Beberapa jam kemudian, Gotas langsung diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon dan selanjutnya dijebloskan ke LP Kelas 1 Cirebon. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon, Irvan Efendi membenarkan kalau mantan wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi sudah tertangkap. 

"Kami sudah menangkapnya. Beberapa jam usai ditangkap, yang bersangkutan langsung dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cirebon," katanya Selasa 1 Mei 2018.

Saat ini, pihak kejaksaan masih disibukkan dengan pemberkasan terkait penangkapan Gotas. 

Sementara itu Kepala LP Kelas 1 Cirebon, Heni Yuwono, membenarkan juga kalau Gotas masuk pada Senin pukul 14.00 WIB. 

"Saat ini Tasiya berada di ruang tahanan Admisi Orientasi (AO),"ungkap Heni.

Sementara itu Ketua Bidang Maritim DPD PDI Perjuangan Jawa Barat sekaligus Plt Bupati Cirebon, Selly A. Gantina yang menggantikan Gotas mengapresiasi kinerja tim intelejen Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejari Kabupaten Cirebon. 

"Kami akan mendukung segala proses hukum terkait korupsi yang dilakukan oleh Tasiya," kata Selly.

Selly pun meyakinkan, kalau penangkapan rekan separtainya tersebut tidak akan mengganggu kondusivitas di Kabupaten Cirebon, meski saat ini tengah memasuki masa kampanye pilkada.

Gotas sebelumnua resmi diberhentikan dari jabatannya melalui Surat Keputusan (SK) Mendagri No 132.32-3098 tertanggal 17 Mei 2017 tentang Pemberhentian Wakil Bupati Cirebon, Tasiya Soemadi.

Gotas resmi dipecat setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial saat dirinya masih menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2009-2012 sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan, Kabupaten Cirebon.

Sempat dibebaskan di Pengadilan Tipikor Bandung 2015 lalu, Gotas kemudian dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut pada putusan Mahkamah Agung.

Hakim pun menjatuhkan pidana 5 tahun 6 bulan penjara. Selain kurungan pidana, Gotas juga dikenakan denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan penjara. 

Namun saat putusan MA tersebut terbit, Gotas kabur dan bahkan sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon pada 1 Februari 2017 lalu.


Adapun kronologi sebagai berikut :

Pukul 10.30 telah terjadi penangkapan Mantan Wakil Bupati Cirebon Tasiya Soemadi Algotas (Gotas) yang kesehariannya mengaku An. Hadi Abdul Djalil, pekerjaan ternak burung dan ayam, mempunyai tambak dipinggir Jl. Arah Pantai Wisata Depok, Tiga hari sebelum penangkapan, terlihat sudah ada beberapa orang tidak dikenal lalu-lalang disekitar TKP.

Mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon yang kesehariannya mengaku An. Hadi Abdul Djalil sebelumnya mengkontrak Ds. Bondansari Wiradesa (karena habis masa kontrak)  pindah ke Ds. Depok Kec. Siwalan Kab. Pekalongan dengan arahan  Suali warga Depok dan menempati rumah dekat rumah Hadi Suwito (Kades Depok).

Gotas dalam kehidupan sehari-hari berkomunikasi dengan masyarakat sekitar sangat baik sehingga masyarakat tidak curiga bahwa yang bersangkutan buronan (DPO) kasus korupsi Bansos 2011.

Kecurigaan masyarakat muncul pada saat Gotas ikut program listrik untuk pengelolaan tambak  bertempat Jl. Arah Pantai Wisata Depok, persyaratan pendaftar harus mengumpulkan KTP namun ia justru menyerahkan data KTP istrinya saja An. Ibu Nuraini (istri siri dari Gotas), Setelah itu masyarakat mulai curiga kepadanya. Namun masyarakat tidak mengambil tindakan karena Gotas dalam kehidupan sehari-hari sangat baik sampai dengan penangkapan tersebut.(E01/Ist)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...