Jumat, 04 Mei 2018

Sadis Siswa SMK Pelaku Perampokan Dan Pembunuhan

E-NewsIndonesia - Hasan Azuan (19) Siswa Kelas XII SMK di Muara Badak, Kutai Kartanegara, ini jadi pelaku pembunuhan keji terhadap ibu dan anak.

Pelaku diketahui baru saja mengikuti Ujian Nasional di sekolahnya. Kendati masih cukup muda, tapi pelaku seakan telah berpengalaman melakukan tindak kriminalitas pencurian dan
pembunuhan.

Pasalnya pelaku juga cukup rapi dalam menyembunyikan tubuh korbannya. Selain itu, pelaku juga sempat membuat laporan bohong ke kepolisian, yang mengaku telah dibegal, dengan menunjukkan tangannya yang terluka.

Namun, sepintar pintarnya pelaku, kepolisian lebih jeli dan dapat mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari 3 jam.

Kapolres Bontang, AKBP Siswanto Mukti, melalui Kapolsek Muara Badak, Iptu Yusuf menjelaskan, kejadian pencurian serta pembunuhan itu terjadi pada sekitar pukul  02.00 Wita, Selasa (1/5/2018) dini hari.

Lalu, pagi harinya pelaku bersama orang tuanya membuat laporan tentang adanya pembegalan. Pelaku mengaku menjadi korban pembegalan, yang mengakibatkan tangannya terluka.

Sorenya, kepolisian mendapatkan laporan tentang penemuan dua mayat di lubang pembuangan, mess staf PT TSB, Desa Saliki, Muara Badak. 

"Pelaku ini sempat buat laporan pembegalan, orang tuanya buat laporan ke Polsek. Padahal, luka ditangannya itu karena pergumulan dengan korban," ucapnya, Rabu (2/5/2018).

Setalah dapati laporan adanya penemuan mayat. Pihak Polsek langsung cek lokasi, periksa saksi-saksi, dan curigai seorang pemuda yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. 

"Kita tanyai dan dia mengaku telah melakukan pembunuhan," tambahnya.

Bahkan, pada siang harinya, pelaku yang membawa kabur handphone korban, sempat mengirimkan pesan singkat ke pembantu korban, yang berisi agar libur bekerja dahulu.

"Pelaku sempat ambil uang Rp 75 ribu dan handphone korban, dia juga sempat SMS pembantu korban. Untuk handphone kita temukan di bak air dan satu lagi dibuang di dekat sekolahannya," terang Iptu Yusuf.

Hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi termasuk orang tua pelaku.

"Kita masih dalami lagi, apakah ada unsur pembunuhan berencana atau tidak, untuk pelaku sudah dibawa ke Polres Bontang," tutupnya.

Korban perampokan dan pembunuhan itu bernama Lusiana N (36) yang sehari hari bekerja sebagai karyawati bank Mandiri, dan anaknya bernama Naufal Aska (5), yang ditemukan dengan luka luka benda tajam di tubuh korban.

Pelaku nekat masuk ke rumah korban untuk mengambil harta benda korban. Pelaku beraksi pada Senin (1/5/2018) dini hari dengan memanjat plafon kamar mandi rumahnya, yang tembus ke plafon kamar mandi korban. 

Namun, saat pelaku masuk, korban terbangun dan memergoki pelaku. Saat itulah pergumulan terjadi, yang membuat pelaku semakin nekat dengan mengambil pisau yang terdapat di ruang tengah rumah korban.

Tanpa pikir panjang, pelaku langsung menusukan pisau tersebut beberapa kali ke leher korban. Tak puas dengan tusukan tersebut, pelaku lantas melilit leher korban dengan kabel setrikaan hingga korban tewas.

Sementara itu, tak kalah kejinya dengan perlakuan terhadap sang ibu, pelaku yang mengenal anaknya mengajak untuk ke kamar mandi. Anak tersebut dimasukan pelaku ke bak berisi air, hingga tak sadarkan diri.

Tak ingin aksinya ketahuan, pelaku pun langsung membawa keduanya ke belakang rumah untuk disembunyikan ke dalam lubang pembuangan, lalu tubuh korban ditutupi dengan baskom dan triplek.

Ternyata, anak korban sempat bergerak saat pelaku memasukannya di dalam lubang pembuangan, yang membuat pelaku langsung memukulkan kepala anak malang itu dengan ulekan batu hingga tewas.(E01/YR)


Utama

Silaturahmi Paslon Sholawat ke Ponpes Al-Zaytun

Indramayu - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Sholihin Ratnawati (Sholawat) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Senin, 27 Se...