Kamis, 24 Mei 2018

Netizen Inginkan Pelaku Pengancam Bunuh Presiden Jokowi Diproses Secara Hukum

E-NewsIndonesia - Kasus penghinaan kepada Presiden Jokowi bukanlah yang pertama kali terjadi. Sepanjang tahun 2017 hingga Mei 2018, sudah ada 4 kasus penghinaan terhadap Presiden ke-7 RI tersebut, yang semua tersangkanya ditahan polisi. 

Akun Facebook bernama Ringgo Abdillah (pelaku berinisial MFB) ditangkap polisi pada Agustus 2017 setelah mengunggah tulisan bernada hinaan kepada Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. 

Pada Januari 2018 yang lalu, MFB akhirnya divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan. 

Sri Rahayu ditangkap di kediamannya Desa Cipendawa, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus lalu. Ia ditahan lantaran kerap menghina Jokowi, lambang Negara, sejumlah partai politik dan ormas lewat Facebook.

Haidar ditangkap di daerah Pasuruan, Jawa Timur, pada Oktober 2017. Pemuda usia 22 tahun itu disebut telah menghina Jokowi karena menuduhnya sebagai anggota PKI. Haidar ditahan dan menjalani proses hukum.

Pada Jumat 23 Februari 2018, Dirtipid Siber Bareskrim Polri menangkap Mustafa Kamal di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Ia ditangkap lantaran terbukti telah menghina Jokowi dengan menyebutnya sebagai keturunan PKI. Selain itu, ia juga diketahui menghina Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan gambar porno. Mustafa menjalani penahanan dan proses hukum.

Kasus yang cukup menyita perhatian Netizen adalah viralnya video instagram yang diunggah akun @jojo_ismyname, SS mengancam akan menembak Jokowi, dan menyebut Jokowi sebagai orang gila dan kacungnya.

Berdasarkan pengakuan SS, ia tidak bermaksud untuk menghina Jokowi. "Jadi dia mengaku tidak ada niat dan maksud untuk menghina Presiden, hanya kenakalan remaja biasa. Ngakunya untuk lucu-lucuan saja," ucap Argo. 

Tak hanya itu, kepada polisi SS juga mengaku, ia membuat video itu untuk menantang dan mengetes polisi untuk melacak hingga menangkap keberadaannya. 

Keempat pelaku penghina Jokowi tidak ada yang mengancam akan membunuh Jokowi kecuali kasus terakhir yang konon katanya untuk lucu-lucuan.

Hal ini mendapat reaksi cukup banyak dari netizen yang menginginkan pelaku mendaparkan perlakuan sama dan diproses secara hukum. Apalagi dengan jelas dalam vidio tersebut memberikan ancaman akan membunuh Jokowi.

Akun @panca66 mengatakan "Kalau anak ini dibebaskan dengan hanya minta maaf. Orang-orang lain yang ditangkap karena menghina presiden Jokowi dan dihukum harusnya dibebaskan semua. Karena anak ini tak hanya menghina tapi sudah mengancam membunuh."

Sementara itu akun @zarrazettirazr mengatakan "Saya berharap KEPOLISIAN menggunakan hukum dan akal sehat untuk menyelesaikan kasus ini serta sungguh-sungguh memikirkan DAMPAK yang akan terjadi kelak jika anak ini bebas melenggang."

"Anak usia 16 tahun lainnya banyak loh pak kalo semua ngetes polisi dgn cara sama?" Cuit zarra pada akun twitternya

Apakah kelanjutan kasus ini akan berakhir sama ataukah akan beda dengan penghina presiden Jokowi lainya.(E01)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...