Minggu, 27 Mei 2018

Mengetahui Pengarah BPIP Mendapat Hak Keuangan Lebih Dari 100 Juta Warga Net Geram

E-NewsIndonesia - Sungguh mencengangkan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri yang baru dilantik presiden Jokowi, mendapatkan hak keuangan Rp 112 juta perbulan. Adapun anggotanya seperti Mahfud MD, Maruf Amin dkk digaji Rp 100 juta. Mengetahii hal tersebut Warga Net langsung bereaksi dengan berbagai macam komentarnya.

Hak keuangan BPIP ini diatur berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya Bagi Pemimpin, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Perpres Nomor 42/2018 itu ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 23 Mei 2018 kemarin. 

Berikut daftar hak keuangan sesuai dengan lampiran Perpres Nomor 42/2018:

Ketua Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 112.548.000
Anggota Dewan Pengarah mendapat hak keuangan Rp 100.811.000
Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 76.500.000
Wakil Kepala BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 63.750.000
Deputi BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 51.000.000
Staf Khusus BPIP mendapatkan hak keuangan Rp 36.500.000

Mardani Ali Sera Politisi PKS mengatakan : Baru-baru ini, pak Jokowi mengangkat Megawati dll untuk menduduki jabatan di Badan Penguatan Ideologi Pancasila  (BPIP), Lembaga Penting ini memang dibutuhkan dalam rangka penguatan ketatanegaraan bangsa Indonesia.

"Namun yang mengusik kepedulian Kita, adalah badan ini menjadi beban negara dengan anggaran yang tidak sedikit. Tidak tanggung-tanggung, dana yang disiapkan setidaknya bisa mencapai 1,3M/orang pertahun," cuit Mardani pada twitter

"Ini gunanya sebetulnya apa sih kok gaji nya selangit gitu?" @konco_WB

Akun @maspiyuuu menuliskan cuitanya?,"PUBLIK GERAM! Utang Meroket, Ekonomi Rakyat Tercekik, Duit Negara Buat Gaji Megawati Rp 112 Juta/Bulan. Bukan Hanya Megawati tapi juga Mahfud MD walo gajinya dibawah Mega... jadi tahukan?"

Akun @NurJoko_20 cuitanya : "Sungguh melukai hati rakyat ditengah kemiskinan dan pengangguran masih menjadi momok di Negeri ini."

Mendapati hal ini, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) akan mengambil langkah hukum.

"Saya yakin, beliau-beliau tidak punya pamrih. Murni mengabdi," kata Ketua MAKI, Boyamin Saiman kepada detikcom, Minggu (27/5/2018).

Menurut MAKI, Ketua Dewan Pengarah BPIP dan anggota murni memberikan pemikiran dan tenaganya tanpa mengharapkan imbalan. Oleh sebab itu, MAKI heran dengan langkah Presiden Joko Widodo yang memberikan gaji bulanan.

"Kami yakin para pengarah termasuk Ibu Mega tidak akan pernah mau menerima gaji tersebut," ujar Boyamin menegaskan.

Menurutnya, gaji itu membuat pengabdian pucuk pimpinan BPIP menjadi jelek di mata publik. Untuk sekelas Dewan Pengarah, cukup diberikan fasilitas penunjang seperti honor rapat atau akomodasi bila kunjungan ke daerah. 

Adapun untuk pejabat fungsional BPIP, masih bisa mendapatkan gaji karena menjalankan tugas operasional kantor sehari-hari, tapi tetap dengan pertimbangan matang.

"Kami yakin beliau-beliau hanya untuk mengabdi kepada negara. Jadi mohon jangan dibuat seakan-akan beliau-beliau punya pamrih gaji," kata Boyamin menegaskan.

Oleh sebab itu, MAKI akan mengambil langkah hukum dengan menggugat Perpres Nomor 42/2018 itu ke Mahkamah Agung (MA).

"Kamis (31/5) besok akan kami masukan gugatan ke MA untuk mencabut Perpres Nomor 42/2018 itu," kata Boyamin menegaskan, seperti yang dilansir pada detik.com.

Sebagai presiden, Jokowi cuma bergaji Rp 62 juta/bulan, Wapres JK cuma Rp 42 juta/bulan. Gaji Megawati yang "cuma" sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) digaji Rp112 juta/bulan tentunya menjadi pertanyaan besar.

Mudah-mudahan apa yang dikatakan ketua MAKI benar adanya sehingga tidak terjadi keresahan dan kekecewaan. Semoga mereka yang ada d BPIP benar mengabdi buat masyarakat bangsa dan negara bukan menacari kerja atau mencari kekayaan.(E01/ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...