Rabu, 30 Mei 2018

Joke Bomb FN Terancan Hukuman 8 Tahun Penjara

E-NewsIndonesia - Penumpang pesawat Lion di bandara Supadio (pontianak), Kalbar tujuan Jakarta berhamburan keluar lewat pintu darurat. Beberapa diantaranya luka-luka karena melompat dari atas mesin pesawat Senin malam (28/5-2018).

Mereka panik akibat adanya bom yang disampaikan oleh seorang penumpang saat berada di dalam pesawat.

Pelaku 'Bomb Joke' atau candaan bom di pesawat Lion Air di bandara Internasional Supadio, Pontianak FN sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Mahasiswa lulusan Universitas Tanjungpura asal Papua tersebut dijerat dengan Undang-Undang Penerbangan dan terancam delapan tahun penjara.

FN diketahui hendak ke Papua dengan transit terlebih dahulu ke Jakarta. Kapolda Kalimantan Barat membenarkan FN sudah tersangka.

"Betul sudah tersangka,"kata Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Didi Haryono.

Kapolda menjelaskan saat ini FN sudah ditahan di Mapolresta Pontianak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

FN sebelumnya menyebarkan informasi palsu berupa 'Bomb Joke' kala berada di atas kabin pesawat Lion Air JT687 STD 18.50Lt dengan nomor Reg : PK LOJ rute Pontianak Jakarta.

Saat berada di dalam pesawat, pramugari Lion Air atas nama Cindy dan Citra menemukan bungkusan yang tertinggal di lantai pesawat.

Pramugari lantas bertanya milik siapa bungkusan tersebut. FN lalu mengakui bungkusan tersebut miliknya sambil tersenyum dan berkata bom.

Sontak suasana pesawat yang siap akan take off menjadi riuh. Lantaran pintu kabin sudah dalam keadaan tertutup, beberapa penumpang nekad membuka jendela darurat sebelah kanan pesawat.

Akibat candaan Frantinus ini, 10 orang orang penumpang luka-luka. Delapan orang dirujuk ke Rumah Sakit TNI AU Dr Mohammad Sutomo dan dua orang dipersilakan meneruskan penerbangan karena luka ringan.

FN kemudian diancam dengan pasal 437 (2) UU Nmor 1 tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun.

"Pelaku diancam dengan Pasal 437 (2) UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dengan ancaman hukuman pidana 8 tahun," kata Kapolda.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...