Minggu, 06 Mei 2018

Demokrat Pecat AS Dan Berterima Kasih Kepada KPK


E-News Indonesia - DPP Partai Demokrat langsung mengambil sikap terkait Amin Santono. Anggota DPR RI yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan langsung dipecat.

Tak lama setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Sabtu (5/5/2018), Partai Demokrat langsung memecat Amin Santoso yang merupakan anggota Fraksi Demokrat di DPRRI.

Melalui rilisnya  Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengumumkan pemecatan Amin Santoso baik sebagai anggota, pengurus dan jabatan anggota DPRRI.

Seperti diketahui, Amin Santoso tertangkap tangan Jumat (4/5/2018) malam di sekitar Bandara Halim Perdana Kusuma, termasuk anggota Komisi XI DPR tersebut.

KPK membawa sembilan orang dalam operasi senyap tersebut dan langsung melakukan pemeriksaan di kantor KPK.
Amin Santoso Anggota DPR Komisi XI ditetapkan sebagai tersangka dan disangkakan melanggar pasal 12 huruf a dan huruf b atau pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 yang telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai penerima suap, hadiah atau janji.

"Atas penetapan tersangka tersebut, Partai Demokrat mengucapkan terimakasih kepada KPK yang turut membersihkan bangsa ini dari para pelaku korupsi dan juga membersihkan Partai Demokrat dari kader kader yang korupsi," kata Hinca.

Partai Demokrat akan mendukung KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi di semua lini, termasuk di partai politik.

Sebagai bentuk dukungan kepada KPK dan tanggung jawab moril Partai Demokrat yang tidak memberikan ruang sedikitpun bagi koruptor. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat Amin Santoso dari Partai Demokrat dan memberhentikan dari keanggotaan di DPRRI.

Hinca mengatakan semua administrasi yang terkait pemberhentian tersebut akan di proses segera dan pada kesempatan pertama.

"Kami juga meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut. Demokrat akan konsisten mendukung pemberantasan korupsi dan tidak akan menoleransi perilaku koruptif," tutup Hinca.

Sementara itu Ferdinand Hutahaean 
Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat mengatakan kalau keputusan pemecatan sesuai dengan instruksi dari ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Perintah Ketum Bpk SBY tadi ke saya langsung, apabila AS  ditetapkan tersangka, maka malam ini juga AS harus DIPECAT dari Demokrat," jelas Ferdinand

Menurutnya ketika Partai lain yang kadernya disebut korupsi dilindungi oleh Partai, maka bagi Partai Demokrat hal tersebut tidak akan terjadi. 

"TIDAK ADA TEMPAT BAGI KORUPTOR di Demokrat. Siapapun akan diberhentikan dan tidak ada kompromi terhadap pelaku korupsi," tukas Ferdinand.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...