Kamis, 12 April 2018

Setubuhi Setelah Bunuh Korban, Lalu Merampoknya Dan Melarikan Diri

E-NewsIndonesia - Nahas benar Asiroh Nasution (36) warga Dusun 2, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, Sergai ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya, Minggu (1/4-2018) lalu sekira jam 08.00 wib terungkap.

Sebelumnya operator SMP Negeri 1 Serbajadi ini ditemukan dalam keadaan bersimbah darah dengan calana dalam sudah melorot dan pisau menancap di leher korban dengan posisi telentang dalam kamarnya.

Korban sebelum dirampok terlebih dahulu diperkosa kemudian dibunuh pelaku dengan menggunakan sebilah pisau. Setelah membunuh korban membawa uang, hape Samsung pelaku lari arah Jambi.

Sepekan polisi melakukan penyelidikan, 4 tersangka pelaku pemerkosaan, perampokan dan pembunuhan guru SMP Negeri 1 Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), berhasil ditangkap.

Pelaku pemerkosaan, perampokan dan pembunuhan terhadap As Br N (36), warga Dusun II, Desa Kuala Bali, Kecamatan Serbajadi, tersebut ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Sergai dari tempat persembunyiannya di Provinsi Jambi.

Keempat tersangka dan barang bukti ditunjukkan kepada wartawan dalam ekspos yang dipimpin Kapolres Sergai AKBP Juliarman Pasaribu didampingi Kabag Ops Kompol Lili Astono, Kasat Reskrim Polres Sergai AKP Rahmadani beserta Kasubag Humas AKP Nellyta Isma, di halaman Mapolres Sergai, Senin (9/4/2018).

Pelaku utama dalam kasus sadis tersebut adalah PS alias Nomo (23), warga Desa Kelapa Bejohom, Kecamatan Serbajadi. Nomo-lah yang melakukan perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap korban. Sedangkan 3 tersangka lainnya hanya ikut menikmati hasil rampokan.

Ketiga tersangka lainnya adalah DS alias Didit (36), warga Link VII, Kelurahan Galang, Kecamatan Galang, Deli Serdang; AKT (42), warga Dusun II, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, dan SRN (50), warga Dusun II, Jumbing, Desa Kelapa Bejohom.

AKBP Juliarman Pasaribu menjelaskan, Nomo terntangkap pada Sabtu (7/4/2018) dari tempat persembunyiannya di Jambi. Ia dijemput langsung oleh petugas bersama pihak keluarga.

Kapolres menjelaskan, peristiwa sadis itu terjadi pada Minggu (1/4/2018) sekira pukul 05.00 WIB. Saat itu Nomo mendatangi rumah korban dan mengintip korban dari celah dinding kamar. 

Yakin korban masih tertidur, Nomo masuk melalui jendela lalu mengambil pisau pemotong roti.

Nomo kemudian menuju kamar korban dan berusaha membuka pintu, namun korban yang saat itu mendegar suara pintu kamarnya terbuka mengira hanya kucing. Kemudian korban tidur lagi, namun Nomo tetap mendobrak pintu hingga terbuka.

Lalu korban menjerit minta tolong, selanjutnya pelaku mendorong tubuh korban hingga jatuh telentang ke lantai. Selanjutnya pelaku membekap mulut korban dengan tangan kiri sambil mengatakan, “Diam kau, diam kau!”

“Namun korban tetap meronta dan menjerit, karena tetap meronta dan menjerit pelaku langsung menikam pisau tersebut ke leher kiri korban, namun korban tetap menjerit lalu bangkit dan menggigit bahu kanan pelaku,” terangnya.

Sehingga pelaku mendorong kembali korban hingga dalam posisi telentang. Lalu mengambil bantal, kemudian menutup wajah korban hingga korban tidak bergerak lagi. Setelah korban tewas, Nomo membuka pakaian korban dan memasukkan jari telunjuk ke kemaluan korban dan lobang duburnya.

Nomo kemudian memperkosa korban yang masih gadis. Setelah puas melampiaskan nafsunya, Nomo kemudian mengambil uang sebesar Rp 5,5 juta, ponsel milik korban. Sebelum kabur, Nomo menutup tubuh korban dengan tilam, lalu keluar melalui jendela belakang rumah.

“Pelaku Nomo diancam pasal berlapis, yakni Pasal 339 jo Pasal 338 jo Pasal 365 jo Pasal 285 KUHPidana dengan ancaman penjara seumur hidup. Untuk ketiga pelaku lainnya dikenakan Pasal 338 jo Pasal 56 subs Pasal 480 dan Pasal 221 KUHP,” tambahnya.

Kapolres menambahkan bahwa kasusnya murni pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan. Diduga kuat pelaku memperkosa korban yang sudah meninggal dan Nomo mengakui bahwa ia merupakan pemakai narkoba jenis sabu.

Terungkapnya pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Asiroh Nasution berawal dari kecurigaan Yus Elita boru Purba (52) tetangga korban dengan kondisi  rumah korban.

Biasanya, pagi-pagi sang tetangga itu sudah membuka pintu rumah. Lantaran merasa janggal dan tak biasa, Yus berinisiatif mencari jalan lain untuk memenuhi rasa penasarannya itu. 

Lantaran curiga, Yus berinisiatif menghubungi tetangga rumahnya itu dengan menghubungi telepon genggamnya. Setelah Hp digenggaman tangan, ia menghubungi nomor Asiroh tetangganya itu. 

Namun beberapa kali panggilan dilakukan, Asiroh tak kunjung menjawab. Nada suara terhubung yang terdengar dari Hp-nya tak juga mendapat respons.

Hal ini yang membuat Yus semakin penasaran dengan tetangganya itu. Hingga akhirnya, Yus memberanikan diri masuk ke dalam rumah Asiroh.   

Langkah Yus saat masuk ke rumah tetangganya itu sedikit berat. Apalagi begitu masuk ke ruang tengah, kondisi kosong tak terlihat sang penghuni. 

Dirinya baru dikejutkan saat membuka pintu kamar Asiroh. Tak disangka sama sekali, Yus melihat tetangganya yang dikenal ramah itu terlentang di kasur dengan kondisi mengenaskan. 

Darah segar di baju dan lehernya masih terlihat jelas. Asiroh terlentang di kasur tanpa mengenakan celana dalam. Mengetahui tetangganya menjadi korban pembunuhan, Yus pun segera melaporkan ke warga yang meneruskan ke polisi setempat. 

Asiroh Nasution adalah pegawai Tata Usaha dan Ops SMPN 1 Serbajadi. Hal ini tertulis dari media sosial Facebook pribadinya Asiroh Nasution. Sebelumnya lulusan Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta ini disebut-sebut bukan guru, melainkan tenaga operasional. 

Sekretaris Dinas Pendidikan Sergai, Suriadi, yang memastikan kalau korban bukan guru melainkan operator di SMP Negeri 1 Serbajadi. Namun pihaknya belum mengetahui secara jelas peristiwa yang dialami Asiroh. Belakangan diketahui kalau Asiroh juga guru Tikom di sekolah tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Dolok Masihul, Iptu D Sitepu, mengatakan dugaan kuat korban diperkosa sebelum dibunuh. Hal ini berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Indikasi kuat korban diperkosa adalah saat ditemukan tanpa celana dalam dan ada sperma. 

"Dari olah TKP ada dugaan korban sebelum dibunuh terlebih dahulu diperkosa, karena saat itu korban tidak menggunakan celana dalam,” ujar D Sitepu.  

Banjir doa dan ucapan belasungkawa dari rekan dan murid di sekolah mengiri kepergian Asiroh Nasution. Siswa SMPN 1 Serbajadi tidak menyangka kalau sang guru pergi secepat itu.(E01/YR)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...