Kamis, 05 April 2018

Sakit Hati Cinta Ditolak Supriyatin Dibunuh Dan Dimasukan Dalam Septic Tank, Pembunuh Berhasil Ditembak Dan Tertangkap

E-NewsIndonesia - Rabu (28/3/2018) pekan lalu, warga di sekitar Jembatan Kapuas 2, Jalan Adi Sucipto, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat (Kalbar), geger. 

Pagi itu, Supriyatin (37), yang dinyatakan hilang lima hari sebelumnya ditemukan tidak bernyawa di dalam septic tank sedalam sekitar dua meter, berdiameter kurang lebih 1 meter.

Keseharian Supriyatin diketahui sebagai pekerja di rumah makan simpang Jembatan Kapuas 2, tidak jauh dari septic tank ditemukannya mayat korban.

Supriyatin yang diduga korban pembunuhan adalah keponakan pemilik rumah makan tersebut. 

Belum sepekan, polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. 

Luluk Anggar Irawan alias Irwan atau Wawan ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus tersebut.


 Wakasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Efadhoni Lilik Pamungkas menjelaskan tim Jatanras menangkap tersangka pembunuhan, Supriyatin (37).

Efadhoni mengatakan, tim Jatanras Polresta Pontianak menghentikan pelarian Wawan setelah tersangka melakukan aksinya, Sabtu (24/3/2018) lalu dan mayatnya ditemukan, Rabu (28/3/2018).

"Setelah olah TKP kami melakukan pengembangan dan terlacak kalau pelaku berada di daerah Lamongan Jawa Timur," jelas Efadhoni, Selasa (3/4/2018).

Personel Jatanras Pontianak melakukan serangkaian penyelidikan terkait tindak pidana pembunuhan dari berbagai keterangan saksi-saksi yang ada.

Kemudian didapatlah informasi bahwa diduga pelaku berada Kota Lamongan, Jawa Timur.

Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Polres Lamongan guna memastikan keberadaan Wawan.

Setelah itu Kasat Reskrim Polresta Pontianak memerintahkan Kanit dan personel Jatanras berangkat ke Lamongan, untuk menangkap Wawan. 

"Pada Senin 2 April 2018 sekitar pukul 22.20 WIB yang tersangka ditangkap personel Jatanras Polresta Pontianak di daerah Sugihwaras, RT. 003/RT. 001," ujarnya.

Wawan sempat melakukan perlawanan, hingga polisi terpaksa menembak kakinya.

Wawan mendapat perawatan luka tembak di RS Anton Soedjarwo, Jalan KS Tubun, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/4/2018) pagi.  

Setelah ditangkap tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Lamongan.

Sesampainya di Mapolresta lamongan Personel Jatanras melakukan interogasi singkat.

Wawan mengakui perbuatanya telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memukul kepala dengan ulekan batu kemudian korban jatuh pingsan.

"Selanjutnya pelaku menggangkat korban dan memasukan ke septic tank dan ditutup, saat itu korban masih hidup," jelasnya.

Motifnya, kata Efadhoni, pelaku merasa sakit hati lantaran cintanya ditolak oleh korban dan selalu dimarahi.

"Dari hasil pemeriksaan ada juga motif percintaan, pelaku ditolak oleh korban dan merasa sakit hati lalu dibunuhnya," kata Efadhoni.

Untuk ancaman pelaku karena ini adalah pembunuhan berencana, ia sebut diancam 15 tahun atau seumur hidup.

Wawan mengaku membunuh korban lantaran sakit hati dan jengkel karena sering dimarahi.

Emosinya pun memuncak lantaran korban menyiramkan air saat membangunkannya dari tidur.

"Saya jengkel sama dia karena sering marah dan menyiramkan air di muka saya saat membangunkan saya tidur," kata Wawan di RS Anton Soedjarwo Pontianak, Selasa (3/4/2018).

Ia mengaku membunuh korban dengan cara dipukul di bagian leher Supryatin menggunakan ulekan dari cobek tepat dibagian belakang leher korban.

Setelah dipukul di leher korban tak tersungkur dan tak sadarkan diri.

"Saya membunuhnya dengan cara dipukul leher bagian belakangnya dengan ulekan. Habis itu aku tunggu sampai dua jam dia tidak bangun lagi dan aku masukan dalam lobang septic tank," akunya.

Irwan tak tahu persis apakah saat ia memasukkan korban dalam septic tank itu sudah dalam keadaan meninggal dunia atau masih bernyawa.

Ia mengaku melakukan perbuatan keji itu sendiri dan tidak ada dibantu siapapun.

"Setelah saya masukan di septic tank saya berkemas untuk kabur. Sebelum kabur saya ambil perhiasan, hp dan sepeda motor. Saya juga jual sepeda motor di Pontianak dengan cara di posting di facebook dan ada yang minat lalu membelinya dengan harga Rp 3 jutaan," kata Irwan menjelaskan.

Setelah motor dijual ia siangnya ia lantas lari ke Surabaya menggunakan pesawat.

"Di Surabaya saya pulang dulu kerumah, habis itu main kerumah teman di Lamongan. Saya ketangkap di Lamongan tanggal Senin (2/4/2018) kemarin," ujarnya.

Selain itu, setelah kabur ke Surabaya, ia juga menjual perhiasan korban di Lamongan dengan harga Rp2 juta lebih.

Ia menyesal melakukan perbuatan keji tersebut dan memohon maaf pada keluarga korban atas perbuatannya.

"Saya menyesal, nyesal banget. Saya mohon maaf sebesar-besarnya pada keluarga korban karena saya sudah melakukan ini pada korban, " ujarnya memelas.(E01/YR)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...