Senin, 16 April 2018

PSSI Adakan Kursus Pelatih AFC Pro, Indra Safri : Terobosan Mengejar Ketertinggalan

E-NewsIndonesia - Terobosan baru dilakukan PSSI dengan resmi membuka kursus pelatih lisensi Pro AFC di Hotel UNY, Yogyakarta, Sabtu (14/4-2018). Kursus modul pertama ini akan berlangsung hingga Jumat (20/4-2018) dan ini menjadi sejarah PSSI karena baru pertama di Indonesia. 

Plt. Ketum PSSI Joko Driyono (Jokdri) didaulat untuk membuka rangkaian acara. Kursus tersebut direncanakan akan berlangsung sampai 20 April nanti.

Terdapat 24 pelatih yang sudah mengantongi lisensi A AFC hadir di lokasi kepelatihan. Beberapa di antaranya pelatih klub Liga 1 seperti Djadjang Nurdjaman (PSMS Medan), Joko Susilo (Arema FC), Aji Santoso (Persela Lamongan), Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), dan Rudy Eka Priyambada (PS Tira).

Selain itu, beberapa mantan pelatih Timnas Indonesia juga nampak mengikuti kursus seperti Indra Sjafri, Nilmaizar, Wolfgang Pikal, hingga Bambang Nurdiansyah.

"Memang ini sejarah karena baru pertama kali kita menggelar. Namun jangan dijadikan hal baru. Tetapi menjadi refleksi betapa kita sangat tertinggal dengan negara-negara lain, khususnya populasi pelatih dengan lisensi Pro AFC," ungkap Jokdri

Menurutnya, kursus lisensi tersebut akan berlangsung cukup melelahkan. Kursus tersebut akan berjalan sekitar satu tahun dan selesai April tahun depan. Joko Driyono menyebut bahkan bisa saja kursus membutuhkan waktu hingga tiga tahun.

"Ini tentu sangat melelahkan. Namun dengan keyakinan dan tekad yang kuat, kami optimistis bisa melahirkan pelatih-pelatih andal," ujar dia.

Pria asal Ngawi itu menegaskan pelatih yang ikut kursus ini memiliki tanggung jawab yang sama dengan PSSI untuk memajukan sepak bola Indonesia. Meski sebagian besar akan menangani klub profesional, mereka dituntut untuk mengembangkan sebak bola secara keseluruhan.

"Ini seperti lokomotif dalam sebuah rangkaian kereta api. Pelatih nanti yang mendapat lisensi Pro AFC akan menjadi panutan, energi, dan juga model kepelatihan di Indonesia," tegasnya.

Karenanya, dengan modal lisensi tersebut, Jokdri berharap para pionir kepelatihan modern itu dapat memahami faktor-faktor penting yang dibutuhkan untuk memajukan sepak bola Indonesia di masa depan, khususnya untuk memaksimalkan potensi pemain-pemain muda.

Terlihat Antusiasme para peserta kursus lisensi AFC Pro dalam sesi diskusi grup saat membahas akan seperti apa sepak bola pada tahun 2030.

Menurut salah satu peserta Coach Indra Sjafri mengatakan keikutsertaan pada kursus kepelatihan AFC Pro tahun 2018 ini, sangat penting bagi ia secara pribadi dan juga bagi Indonesia.
Sebab, menurutnya Indonesia tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara dalam hal menyiapkan pelatih kredibel yang mengantongi lisensi pro.
"Singapura sudah banyak, Malaysia juga, dan juga Thailand. Makanya ini jadi salah satu momen besar buat kita,” kata pelatih asal Sumatra Barat ini
Pelatih yang sukses mengantar Evan Dhimas dkk merebut juara Piala AFF U-19 tersebut mengaku kesempatan ini amat langka, sehingga ia bersyukur menjadi satu dari 20 pelatih lokal yang mendapat kesempatan untuk menimba ilmu kepelatih Pro AFC.
"Saya pikir ini Terobosan yang luar biasa dari PSSI, kalau yang level sebelumnya kan sudah lazim. Sementara yang level Pro AFC baru kali ini," Kata Indra.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...