Minggu, 22 April 2018

Masih SD Mau Tawuran Membawa Senjata Tajam Layaknya Gengster

E-NewsIndonesia - Pada hari Jum'at tanggal 20 April 2018. pkl 10.00 wib di Kp. Baranang siang Rt 59/16 kel. Sindangkasih kec/kab. Purwakarta , jawa barat. Telah diamankan pelajar SDN 1 Sindang kasih sebanayak 15 orang dengan membawa senjata tajam berbagai jenis yg hendak menyerang  pelajar SDN 6 Sindangkasih.

Dengan kejadian tersebut Babinsa bersama Polsek Pwk Kota dan warga mengamankan sebanyak 15 pelajar SDN 1 Sindangkasin berikut senjata tajam, adapun data-data sbb:

A. Jenis senjata tajam yang diamankan

- 4 buah parang
- 1 buah gear motor pake tali gesper
- 5 buah cerulit rakitan
- 2 buah jenia golok
- 2 buah sabuk gesper
- 2 buah besi tumpul


Para siswa SDN 1 Sindangkasih yang diamankan oleh pihak Kepolisian dan Babinsa pada Jumat 20 April 2018 .Mereka kedapatan membawa senjata tajam untuk menyerang siswa SD lain yang berdekatan.

Belasan senjata tajam ternyata dibawa oleh anak-anak ini. Masing-masing membawa senjata berbeda, baik itu golok, clurit dan pisau. Tujuannya adalah untuk tawurandengan menyer‎ang sekolah lain yang tak jauh dari tempat mereka bersekolah.

Beruntung saja Babinsa Sindangkasih ada di lokasi. Anak-anak ini pun langsung diamankan sebelum mereka mencoba menyerang SDN 6 Sindangkasih. Sementara anak-anak ini berasal dari SDN 1 Sindangkasih.

Babinsa Sindangkasih, Herry, menjelaskan kejadian ini terjadi pada hari Jumat 20 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB. Tepatnya di Kampung Baranangsiang, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta.

"Telah diamankan pelajar SDN 1 Sindangkasih sebanyak 15 orang mereka membawa senjata tajam berbagai jenis. Rencananya para siswa SD ini akan menyerang pelajar SDN 6 Sindangkasih‎," kata Herry.

Pihaknya pun telah bekerjasama dengan Polres Purwakarta Kota saat mengamankan anak-anak ini. 

"Semua telah dikoordinasikan, kami juga menghubungi pihak sekolah dan orang tua korban," ucapnya.


Kepolisian bersama Babinsa pun akhirnya mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 4 buah parang, 1 buah gear motor yang disambung ke ikat pinggang, 5 buah celurit rakitan. Selain itu 2 buah golok, 2 buah ikat pinggang dan 2 besi tumpul pun diamankan.

Sementara ini para siswa yang terlibat penyerangan ini belum bisa dimintai keterangan karena dilindungi sejumlah pihak. Babinsa dan anggota Polsek Purwakarta Kota pun telah memanggil orang tua dari para siswa.

Selain itu, Kepala Sekolah SDN 1 Sindangkasih dan UPTD Pendidikan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Tak ketinggalan, kepolisian juga memanggil Ketua RW setempat untuk memberikan imbauan.

‎Wakil Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat, Nenny Muji Kencanawati menyayangkan kejadian ini. Menurut dia perlu ada pengawasan khusus dari orang tua dan guru bagi anak-anak.

"Terutama tayangan televisi yah, orang tua dan guru harus ikut memantaunya. Jangan sampai anak-anak yang berusia dini melihat hal-hal yang seharusnya tidak layak dipertontonkan pada anak," ucapnya.

Begitu pun, kata Nenny dengan ber‎kembangnya gadget. Banyak sekali jenis game yang ada di gadget yang tidak layak dikonsumsi anak-anak. 

"Kedepan kami akan mencoba bekerjasama dengan Kemenkominfo agar memblok game-game ini," ucapnya.

Oleh karena itu dia berharap kejadian ini tak akan terulang lagi pada masa mendatang.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...