Jumat, 20 April 2018

Korban Perkosaan Dan Penganiayaan Berhasil Dievakuasi TNI

E-NewsIndonesia - Setidaknya dua helikopter dikerahkan Kodam XVII Cenderawasih untuk mengevakuasi guru kontrak yang menjadi korban pemerkosaan dan penganiayaan oleh kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB), Kamis (19/4/2018) dari Arwanop, Distrik Tembagapura, Papua.

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Infantri Muhammad Aidi mengatakan, persiapan untuk evakuasi saat ini masih dilakukan di Bandara Moses Kilangin Timika.

Evakuasi dilakukan dengan mengerahkan dua helikopter Bell milik TNI AD, kata Kol Infantri Aidi seraya menambahkan, rute perjalanan heli itu adalah Timika-Arwanop-Timika.

"Mudah-mudahan evakuasi dapat berlangsung lancar tanpa gangguan berarti, mengingat 17 guru masih ada disekitar Arwanop," kata Kol Aidi kepada Antara, di Jayapura.

Mantan Waas Intel Kodam XVII Cenderawasih yang mengaku berada di Timika mengatakan, dari laporan yang diterima ke 17 guru diamankan masyarakat didua lokasi terpisah untuk menghindari gangguan KKSB.

Guru yang diamankan dirumah kepala desa yakni RS,NB, AM, LS, SA, LH, MM dan MLT, sedangkan yang di Jagabim adalah AB,UP,HD,TL,YM,AP,BM,JJ dan MM, kata Kol Inf Aidi.

Personel TNI Angkatan Darat berhasil mengevakuasi seorang guru yang menjadi korban kekerasan dan pemerkosaan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Aroanop, Timika. 

TNI AD juga mengevakuasi 13 guru SD lainnya dari dua kampung, yaitu Kampung Aroanop dan Jagamin yang sempat dikuasai oleh kelompok KKSB, Kamis (19/4/2018).

Dansatgas Pemulihan Keamanan yang juga Danbrigif 20/IJK,  Kolonel Infanteri Frits Pelamonia menjelaskan, sebanyak 13 guru pengajar di Sekolah Dasar (SD) Aroanop dan Jagamin berhasil dievakuasi oleh anggota TNI AD ke Timika. Salah satu guru merupakan korban kekerasan dan pelecehan seksual oleh Kelompok Kriminal Seperatis Bersenjata (KKSB) OPM. 

"Para guru tersebut berjumlah 18 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Namun yang dapat dievakuasi dari Aroanop ke Timika sebanyak 13 orang, terdiri dari 7 perempuan dan 6 orang laki-laki. Untuk 5 orang guru masih berada di Kampung Aroanop untuk menunggu evakuasi selanjutnya," jelas Pelamonia.

Kolonel Inf Frits selaku Dansatgas menambahkan, saat ini situasi dan kondisi di Kampung Aroanop aman dan terkendali setelah dijaga oleh anggota TNI AD. 

“Saat ini kondisi aman terkendali, dimana TNI telah memukul mundur KKSB dan mengamankan Kampung Aroanop,” jelasnya(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...