Sabtu, 14 April 2018

Kemenangan Persebaya Ternoda Ulah Pendukungnya Yang Melakukan Perampasan, Penganiayaan Serta Tawuran

E-NewsIndonesia - Kembali Suporrter sepakbola Indonesia bikin kerusuhan dan keresahan bahkan kriminal. Telah terjadi pemalakan sopir truck oleh rombongan supporter bola yang menumpang trucknya.

Sudah diberi tumpangan gratis malah memalak sang sopir yang sudah mengijinkan mreka menumpang.

Kejadiannya hari kamis 12 April 2018 sekitar pukul.10:00 wib. Perampasan di mejayan , Madiun. Pelaku berhasil ditangkap di baratnya POS 9.0 banyakan, Ngawi.

Awalnya rombongan suporter ini menumpang truk dump di caruban, lakok sopir truk dump tersebut dipalak dan dirampas hp berikut uang 200 rb. Selanjutnya sopir melapor ke pos polisi dan dilakukan penghadangan karena setelah merampas pindah kendaraan ke truk lain.

Pelaku perampasan berhasil ditangkap oleh petugas Satlantas Polres Ngawi gabungan dengan Polsek Ngawi kota TKP penangkapan di baratnya pos 9.0 Banyakan.

Pelaku Ada 4 orang ( 3 orang dewasa Dan 1 masih Anak-anak )  semua orang Surabaya, langsung dibawa ke Polsek Mejayan Untuk ditindak lanjut.

Sementara itu hari Jum'at siang sebuah vidio merekam kejadian penjarahan yang dialkukan oleh sekelompok suporter berbaju bonek sedang melakukan penjarahan dan pengeroyokan.

Suporter ini berniat menyaksikan pertandingan antara PS Tira menghadapi Persebaya di Bantul. Para Bonek dari surabaya ini sendiri di Jogjakarta disambut oleh bonek setempat dan diberi nasi bungkus saat menonton pertandingan Liga 1.

Kemenangan telak Persebaya atas tuan rumah PS Tira dalam laga pekan ke empat Liga 1 di Stadiun Sultan Agung (SSA) dengan skor 4-1 ternodai dengan aksi penusukan kepada seorang Bonek yang dilakukan sesama suporter Bajul Ijo.

Korban penusukan yang diketahui namanya Yasin (25) warga Ketintang Surabaya harus dilarikan ke RS Nur Hidayah untuk mendapatkan perawatan.

Informasi yang diperoleh di lapangan kejadian penusukan itu berawal ketika korban bersama rombongan  tiba di SSA sekitar pukul 12.00 WIB. Korban bersama rombongan akan masuk pintu stadion dari sisi timur.

Namun tiba-tiba ada kelompok suporter Bonek lainnya menyerang dirinya dan rombongannya tanpa sebab musabab.

"Tahu-tahu mereka langsung brutal menyerang. Saya baru sadar terkena tusukan di dada dan bagian kepala bocor," ujarnya, Jumat 13 April 2018.

Yasin mengklaim jika pelaku berasal dari Bonek asal Sepanjang dan bukan dari suporter lainnya.

"Penyerang saya sama juga dari Bonek. Mungkin Bonek asal Sepanjang," tuturnya.

Kejadian ini tentunya harus menjadi bahan evaluasi bagi PSSI, penyelenggara Liga 1 dan pihak Persebaya Surabaya. Ulah oknum suporter ini sudah anarki dan kriminal. Jangan sampai kembalinya Persebaya ke Liga 1 malah membawa petaka karena ulah pendukungnya.(E01/YR)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...