Selasa, 03 April 2018

Ironis Santri Meninggal Diduga Akibat Pengeroyokan Teman Satu Pondok Pesantren

E-NewsIndonesia - M Rifqi Pratama (13) tak tertolong setelah menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie, diduga korban menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan teman-teman pondok pesantrenya, Senin (2/4/2018). 

Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Bahkan, kali ini korbannya hingga meninggal dunia. Kejadian tersebut terjadi di lingkungan salah satu pondok pesantren di Samarinda.

Santri atas nama M Rifqi Pratama (13), kelas VIII SMP, asal Sengatta, Kutai Timur (Kutim) meregang nyawa pada Senin (2/4/2018) subuh kemarin, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD AW Syahranie, sejak Rabu (28/3)-2018 silam.

Korban tak terselamatkan setelah mengaku kesakitan disekujur tubuhnya, terutama pada bagian dadanya, karena diduga di keroyok oleh teman-teman satu pesantrenya.

Santi (37), ibu korban menuturkan, awalnya dirinya mendapatkan kabar bahwa anaknya itu masuk rumah sakit, disebabkan karena bisul yang terdapat di hidung.

Namun, setelah dirinya datang dan melihat langsung, wajah anak terakhir dari tiga bersaudara itu, tampak membengkak.

"Kata pembimbingnya, masuk rumah sakit karena bisul di hidung. Tapi, saat saya lihat langsung, wajahnya lebam-lebam, matanya bengkak," ucapnya saat ditemui di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Senin (2/4/2018).

Bahkan, saat menjalani perawatan, anaknya tersebut sempat dua hari tidak sadarkan diri, baru Jumat (30/3/2018) silam sadar. Setiap kali ditanya perawat asal sekolahannya, korban selalu menolak menjawab pertanyaan tersebut.

"Ditanya namanya sama perawat mau jawab, tanya kelasnya juga mau jawab, tapi saat ditanya sekolah dimana, dia langsung diam. Lalu saya dapat informasi, kalau dia ini ternyata di pukuli sama teman-teman sekolahnya," tambahnya.

Ia menjelaskan, mendapatkan informasi tentang anaknya jadi korban pemukulan, dirinya pun bertanya langsung kepada anaknya itu.
Anaknya menjelaskan, dia dipukuli oleh teman-temannya, yang jumlah sekitar lima orang, tak hanya sekali pemukulan saja, namun berulang kali, yang menyebabkan dirinya harus menjalani perawatan.

"Dia sempat sebutkan nama teman-temannya yang mukulin dia, di tempeleng di wajah, di pukul di dada, pakai tangan kosong," ucap Santi.

Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Samarinda, pada Jumat (30/3-2018) silam. Saat ini jasad korban masih menjalani autopsi di rumah sakit guna mengetahui penyebab tewasnya korban.

"Saya hanya ingin pelakunya ditangkap, saya tidak ada niat untuk menjelek jelekan pondok pesantrenya. Tapi saya hanya ingin pelaku diketahui dan di proses, jangan sampai ada korban lainnya, cukup anak saya jadi korban," tutupnya.(E01/YR)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...