Jumat, 13 April 2018

Fakta Unik Kisah Tragis Jupe Tersingkir Pada Menit Terakhir

E-NewsIndonesia - Pertandingan perempatfinal Liga Champions Eropa telah berakhir namun kisah dramatis belum berhenti sampai hari ini. Ya, drama pertandingan Real Madrid melawan Juventus di leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (12/4-2018) dini hari WIB menjadi momen yang sulit dilupakan.

Bukan saja oleh Gianluigi Buffon sang kapten Jupe. Pada laga tersebut, Buffon dipaksa menerima dua hal buruk yakni kartu merah dan kekalahan aggregat. Namun pendukung dan penonton sepakbola pun akan selalu mengingat kisah tragis Jupe dihari itu.

Bagi Buffon, kartu merah yang diterimanya di Estadio Santiago Bernabeu menjadi yang pertama sekaligus yang (mungkin) terakhir sepanjang karirnya di kompetisi Liga Champions. Kartu merah itu ia dapatkan usai melontarkan kritik pedas ke Michael Olivier, wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Kritik tersebut diungkapkan Buffon yang tidak menerima keputusan wasit usai memberi hadiah penalti untuk Madrid di masa injury time babak kedua. Gara-gara penalti tersebut, pupus sudah ambisi Juventus lolos ke babak semifinal.

Para pemain Juventus melakukan protes terhadap keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti untuk Real Madrid di leg kedua babak perempat final Liga Champions menit terahir Injury Time, Kamis (12/4-2018) dini hari WIB.

"Wasit menganggap kontak fisik antara Medhi (Benatia) dengan Lucas Vazquez sebuah pelanggaran. Menurut saya itu tidak sepenuhnya benar. Ada keragu-raguan dalam kejadian tersebut," ucap Buffon seperti yang dilansir reuters.

Kedua tim tampil bagus, bahkan para pemain Juventus lebih hebat dari biasanya. Hanya Juventus yang bisa melakukan itu di markas Real Madrid. 

Bahkan Jupe mampu melesakan gol cepat yang membuat madrid semapat drop permainanya. Tiga gol mampu dilesakan jupe pada waktu normal 90 menit.

Namun keputusan wasit pada masa injury time yang hanya 4 menit menghancurkan segalanya. Pada menit ketiga Injury time wasit memberikan finalti untuk madrid.

Para pemain bereaksi termasuk Buffon yang memegang ban kapten. Namun sang kapten malah menerima kartu merah oleh wasit asal inggris ini.

Buffon sempat membela diri bahwa dia kapten dan berhak bicara kepada wasit. Namun apa boleh buat keputusan sudah dikeluarkan dan Buffon harus keluar lapangan.

Momen indah terjadi saat Buffon memasuki lorong ruang ganti meninggalkan lapangan. Tidak ada cemooh dari fans madrid semua penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan buat sang kapten. Ini baru kali pertama terjadi pemain yang mendapat kartu merah mendapatkan tepuk tangan sambil berdiri sebagai simpati dari fans madrid dan jupe.

Di laga tersebut, Juventus unggul melalui dua gol Mario Mandzukic dan Blaise Matuidi. Namun keunggulan itu tidak berarti apapun sebab secara aggregat, Bianconeri kalah 3-4.

Meski demikian Buffon tetap bangga dengan perjuangan rekan-rekannya. Sepanjang sejarah Liga Champions, Juventus jadi tim pertama yang mengalahkan Real Madrid di kandangnya sebanyak tiga kali.

"Ini pertandingan yang tak mungkin dilupakan. Anda melihat 18 prajurit dengan ambisi besar berjuang dan berkeringat demi memenuhi keinginannya. Kami melakukan sesuatu yang hebat dan sangat heroik. Kami pulang ke Italia dengan kepala tegak," ujar Buffon. (E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...