Kamis, 19 April 2018

Adik Ditinggal Suaminya, Sang Kakak Tidak Terima Lalu Bunuh Adik Ipar

E-NewsIndonesia - Pembelaan seorang kakak terhadap adiknya berbuah petaka. Erwin Yulianto (36), asal Kabupaten Mojokerto, terancam hukuman mati. Ia menghabisi nyawa adik iparnya sendiri, Slamet asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018) malam.

Slamet yang bekerja sebagai Satpam Gudang Bulog Mojongapit tewas dengan luka gorok di leher dan tusukan di bagian perut. Setelah dihujam senjata tajam oleh pelaku dari belakang.

Polisi melakukan pemeriksaan setelah meringkus Erwin beberapa saat usai aksi keji itu dilakukan.Hasil pemeriksaan sementara aparat kepolisian, kuat dugaan aksi pembunuhan itu sudah direncanakan sebelumnya. 

“Untuk sementara mengarah kesitu (pembunuhan berencana). Dari keterangan tersangka dan penyiapan alat. Selain itu pelaku juga tunggal,” kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi, Rabu (18/4/2018).

Selain itu, asumsi tersebut diperkuat dari hasil pemeriksaan kondisi psikologis pelaku. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda pelaku melakukan aksinya dalam kondisi mabuk atau terpengaruh narkoba saat menghabisinya.

“Sementara tidak ada pengaruh narkoba saat melakukan,” paparnya.

Jika terbukti, Erwin terancam dikenakan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Dimana barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.

Saat ini lanjut Kasat, jasad korban sudah serahkan ke pihak keluarga di Lamongan. Setelah menjalani pemeriksaan medis oleh pihak kepolisian dan dokter RSUD Jombang. 

Selain itu, polisi juga sudah mengamankan barang bukti berupa pisau sepanjang 25-30 cm yang digunakan untuk membunuh korban.

Keterangan yang dihimpun kronologisnya tersangka ke rumah adiknya (Istri korban) di Tunggorono dan melihat adiknya berbaring sakit. 

Sudah 3 kali hamil namun selalu keguguran. Suaminya malah meninggalkan dia. Sekarang sedang proses percereian.

Mungkin karena didasari sakit hati dan tidak terima adik kandungnya ditelantarkan korban dan meninggalkanya timbulah emosi yang tidak terkendali.

Tersangka pamit kepada adiknya untuk pulang menggunakan becak. Namun ternyata ia bukan pulang melainkan menuju ke tempat kerja korban.

Setelah ketemu diajaklah korban pulang ke Tunggorono. Saat sampai diperempatan Tunggorono tersangka menusuk korban dari belakang.
Korban berusaha lari namun gagal dan tertangkap lalu digorok dari belakang sampai meninggal.

Tersangka kemudian lari ke rumah temannya bermaksud menyerahkan diri. Lalu teman tersangka memberitahu ketua RT. Kemudian ketua RT menelepon polisi untuk datang mengamankan tersangka yang sudah menyerahkan diri.(E01/YR)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...