Minggu, 11 Maret 2018

Tank Kostrad Tenggelam, Dua Meninggal Dunia

E-NewsIndonesia - Sebanyak tiga unit tank dari Batalyon Infanteri Mekanis 412 Divisi Infanteri 2/Kostrad dikerahkan untuk kegiatan outbound di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo. Kendaraan lapis baja itu selanjutnya mengangkut anak-anak Paud dan TK menyusuri sungai.

"Ini sedang kita selidiki (apakah outbound menggunakan tank sudah sering dilakukan). Tim masih melakukan penyelidikan di sana," ujar Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Sabtu (10/3/2018).

Kronologi kejadian berawal saat puluhan anak-anak itu diajak ke garasi untuk dikenalkan dengan kendaraan lapis baja tersebut. Selanjutnya dengan menaiki tiga tank, mereka menuju Sungai Bogowonto. Setiap tank dinaiki sekira 20 penumpang.

Tank pertama dan ketiga berhasil berjalan mulus. Nahas, tank kedua yang diawaki lima anggota TNI dan 17 penumpang terdiri 16 siswa serta satu guru, tergelincir hingga tenggelam.

Dua orang tewas dalam kejadian itu yakni anggota TNI Pratu Randi Suryadi (meninggal RSU Dr Tjitro Wardoyo) dan Kepala Paud Ananda Iswandari (meninggal di RS Panti Waluyo). Setelah semua korban berhasil dievakuasi, tank nahas tersebut juga ditarik ke daratan sekira pukul 13.15 WIB.

Berikut adalah data anak-anak TK dan Paud yang melaksanakan outbound naik tank:

1. Paud Ananda jumlah 16 anak dan satu guru meninggal bernama Iswandari.

2. Paud Lestari jumlah 20 anak, empat guru lengkap.

3. TK Masitho 3 jumlah 71 anak, empat guru lengkap.

4. PP Handayani 38 anak, empat guru lengkap.

5. YK Siwi Peni jumlah 35 anak, empat guru lengkap.

Tank atau kendaraan lapis baja milik TNI AD terperosok hingga tenggelam di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jateng. Meski bukan termasuk jenis amfibi, namun tank itu disebut mampu berjalan di air hingga kedalaman tertentu dan sudah biasa digunakan berlatih.

"Bukan amfibi, secara teknis tank mampu melakukan untuk itu (berjalan di kawasan berair atau sungai). Tank itu juga sudah biasa melakukan latihan-latihan di medan-medan seperti itu," kata Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh, Sabtu (10/3/2018).

Pihak TNI menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Investigasi akan juga menitikberatkan pada faktor teknis di antaranya kontur tanah sungai yang makin lunak setelah diguyur hujan akhir-akhir ini.

Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) menyatakan bertanggung jawab atas kecelakaan tank M113 di Sungai Bogowonto, Purworejo, Jawa Tengah. Dua orang tewas dalam kecelakaan tersebut yakni seorang anggota TNI dan guru pendamping siswa yang tengah mengikuti outbound.

"Kostrad dalam hal ini menyatakan bertanggung jawab untuk mengusut tuntas dengan mengeluarkan tim investigasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga dari korban maupun masyarakat terkait dengan peristiwa kecelakaan," ujar Kepala Penerangan Kostrad, Letkol Inf Putra Widyawinaya.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...