Senin, 19 Maret 2018

Setelah Berkencan Dengan Waria Pengurus Parpol Itu Meninggal

E-NewsIndonesia - Kematian Wakil Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bernama Muhammad Syafii Has mualai terang setelah Satuan Reserse Kriminal dari Kepolisian Resor Mojokerto, Jawa Timur, sudah menggelar rekonstruksi ulang.

Syafii ditemukan tak bernyawa pada Jumat, 16 Maret 2018, di area perkebunan tebu di tepi aliran Sungai Brantas di wilayah Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang merupakan markas waria mangkal.

Jasad Syafii dalam kondisi telanjang dan cuma mengenakan celana dalam saja. Di lokasi juga ditemukan alat kontrasepsi jenis kondom bekas pakai dan tisu.

Rekonstruksi digelar dengan menghadirkan saksi, yakni seorang wanita pria alias waria berinisial VE. Ada 11 adegan yang diperagakan saksi, Minggu, 18 Maret 2018. Mulai dari kedatangan korban ke lokasi hingga korban tiba-tiba tewas tertelentang usai berkencan.

Rekonstruksi diperagakan awalnya korban tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Lalu, VE menghampiri korban. Kemudian mereka berbincang-bincang. Saat itu, diperagakan korban masih dalam posisi duduk di jok sepeda motornya.

Setelah berbincang, VE lalu berjalan menuju ke kebun tebu. Dia memilih tempat yang gelap di dekat tanggul Sungai Brantas. Tak lama kemudian, diperagakan korban turun dari sepeda motor dan menyusul VE.
Setelah keduanya bertemu di lokasi, keduanya lalu berkencan. Namun, usai berkencan, korban tiba-tiba saja jatuh tertelentang.

Melihat hal itu, VE pergi meninggalkan korban dalam posisi telentang. Lalu, VE kembali ke tempat korban bersama waria lainnya.

"Ada 11 adegan mulai dari korban datang ke lokasi hingga meninggal dunia," kata Kepala Satreskrim Polres Mojokerto, AKP Suharyono.

Meski telah menggelar rekonstruksi, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Sebab, sampai saat ini hasil autopsi terhadap jenazah korban belum tuntas.

Hasil tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah Kota Mojokerto dan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di jasad korban.

"Penjelasan dari rumah sakit, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hasil autopsi sekarang juga masih belum keluar, untuk sebab-sebab kematian korban," pungkas Suharyono.(E01/Ist)

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...