Senin, 12 Maret 2018

Minta Uang Tidak Diberi, Anak Tega Penggal Kepala Ibunya

E-NewsIndonesia - Kisah tragis seorang ibu yang memiliki Anak  durhaka di kebumen. Gara-gara minta uang ke ibunya Yang sedang bekerja  di sawah sebesar 500 ribu. Tidak diberi kepala ibunya di penggal dengan golok.

Kejadian teraebut hari Jumat Tanggal 09 maret 2018 sekira pukul 13.00 Wib.
Korban bernama SUTARMI binti MAD MUSLIM, 54 Tahun,Tani , Dk.kejayan  Rt.005 Rw.001 Ds.Bocor Kec.Buluspesantren Kab.Kebumen

Korban sedang istirahat di bawah pohon Turi ditengah sawah tiba-tiba dipanggil tersangka yang berada di jalan. Kemudian Korban menghampiri tersangka  ketepi jalan. Tersangka meminta Uang 500 rb kepada korban, namun korban tidak mempunyai Uang.

Tersangka mengancam korban akan dibunuh apabila tidak dikasih uang. Akhirnya korban lari ke sawah dan dikerjar oleh tersangka. Korban terjatuh dan tersangka mengambil golok yang dibawa dalam tas lalu memenggal kepala korban sampe putus. 

Kurang dari 24 jam, pada Sabtu (10/3) polisi dapat menangkap Sumudi (35) warga Desa Bocor Kecamatan Bulus Pesantren yang telah menghabisi nyawa ibunya sendiri secara sadis.

Pernyataan mengagetkan, kepada polisi Sumudi mengaku sedikitpun tidak merasa menyesal. Pemuda penuh tato di wajah itu merasa sadar saat habisi nyawa ibunya.

Kapolres Kebumen, AKBP Arief Bahtiar saat press release menjelaskan jika Sumudi diringkus sekitar pukul 07.30 WIB di jalan Pemuda Kebumen saat tengah bersepeda.

"Tersangka diamankan oleh Polsek Buluspesantren," terang Kapolres, Sabtu (10/3) didampingi Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Aji Darmawan dan Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Masngudin.

Sejumlah barang bukti juga diamankan polisi. Di antaranya, parang yang digunakan untuk memenggal kepala korban, baju korban, tas ransel tersangka serta sepeda kayuh milik tersangka.

AKBP Arief Bahtiar mengatakan akan melakukan tes kejiwaan kepada korban. Karena informasi yang diperoleh kepolisian, tersangka pernah mengalami gangguan jiwa beberapa tahun yang lalu.

Slamet (51), Kepala Desa Bocor yang juga hadir ke Polres Kebumen mengatakan jika dalam kesehariannya tersangka dikenal tempramental. Ia bercerita, Sumudi acapkali marah marah tanpa alasan yang jelas.

"Terutama marah kepada Ibu dan adik perempuannya. Sumudi marah kalau tidak dikasih uang," kata Slamet.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman terberat hukuman mati atau seumur hidup. (E01/YR)

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...