Sabtu, 10 Maret 2018

Jokowi Buka Rapimnas Partai Demokrat, Sebut Dirinya Seorang Demokrat


E-NewsIndonesia - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo secara resmi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Presiden Joko Widodo memberi sambutan di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat Tahun 2018 di Sentul International Convention Center (SICC). Di kesempatan itu Jokowi melontarkan pujian kepada Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Jokowi, ia sulit menandingi cara berpakaian presiden keenam RI itu. 

"Saya kalau diundang ke Partai Demokrat siap-siapnya setengah hari. Terutama yang berkaitan dengan pakaian. Sampai saat ini saya masih jauh sekali kalau urusan pakaian dengan Bapak SBY," ujar Jokowi dalam pidatonya

Bahkan, ia bingung ketika hari ini akan menghadiri Rapimnas Partai Demokrat. Akhirnya, Jokowi memilih setelah jas balutan hitam dengan dasi berwarna merah. 

"Ini juga sama, dari subuh juga pakai jas yang mana ya, pakai dasi yang mana. Karena saya harus nebak-nebak Pak SBY pakai baju yang mana," ungkapnya. 

Setelah memuji SBY, Jokowi juga melempar pujian kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut Jokowi, AHY adalah adalah sosok muda yang gagah mirip seperti ayahnya SBY. 

"Mas Agus Harimurti Yudhoyono. Ini lebih sulit lagi. Sudah orangnya muda, ganteng, kalau berpakaian juga cling. Dengan saya lebih jauh lagi. Untuk itu kalau mau datang ke sini harus betul-betul rinci karena ada Pak SBY dan Mas AHY," tandasnya. 

Mendengar candaan presiden itu, SBY dan AHY turut tertawa sambil bertepuk tangan. 

“Saya berani bilang, saya bukan pemimpin otoriter. Saya ini seorang demokrat,” ujar Jokowi yang langsung disambut sorak sorai dan tepuk tangan 11 ribu kader Partai Demokrat yang memenuhi ruangan.

Ciri-ciri seorang demokrat, yakni pendengar yang baik, yang menghargai pendapat orang lain dan menghargai perbedaan-perbedaan tanpa menjadikan sebagai sumber permusuhan.

“Kurang lebih saya memenuhilah kriteria-kriteria itu. Artinya saya dan Pak SBY ini sebenarnya beda-beda tipis banget. Kalau saya seorang demokrat, kalau Pak SBY tambah satu, Ketua (Umum) Partai Demokrat. Jadi bedanya tipis,” ujar dia.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam sambutanya menyatakan tidak menutup kemungkinan Partai Demokrat mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden dalam Pemilu 2019 mendatang. 

"Pak Presiden, jika Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama bapak," ujar SBY 

SBY menilai, Presiden Joko Widodo tentu memahami bahwa pengalaman dirinya dan Partai Demokrat dalam Pemilihan Presiden 2004 dan 2009 silam. Dimana SBY terpilih sebagai presiden RI dua periode berturut-turut.

Menurutnya, perjuangan bersama baik koalisi maupun aliansi akan berhasil jika kerangka kebersamannya tepat. Kedua, lanjut SBY, koalisi juga akan berhasil jika visi dan misi platform pemerintahan untuk Indonesia 2019-2024 juga tepat dan disusun secara bersama oleh partai koalisi.

 "Tentu Partai Demokrat ikut jadi bagian dalam menyusun agenda dan platform ke depan, itu yang kedua," lanjut SBY

Selain itu, Presiden Keenam RI tersebut mengatakan koalisi akan berhasil maka haruslah solid dan kuat. Kemudian yang tak kalah penting, antara Partai Koalisi harus saling percaya dan saling menghormati. 

"Ini sangat penting, koalisi adalah masalah hati. Kita bersama sama bersedia untuk berkoalisi satu sama lain, Partai Demokrat siap membangun koalisi seperti itu," tutur SBY.

Dalam kesempatan itu juga, SBY meminta restu kepada Presiden Jokowi dan seluruh rakyat agar Demokrat sukses dan menang di 2019. Ia juga memastikan bahwa Partai Demorkat akan mengusung pasangan calon presiden maupun wakil presiden di 2019 mendatang.

"Insya Allah, Insya Allah dalam pilpres 2019 Demokrat akan mengusung pasangan capres dan cawapres yang paling tepat.  Pada saatnya nanti beberapa bulan mendatang putra putri terbaik bangsa yang Demokrat nilai cakap dan mampu memimpin Indonesia selama lima tahun kedepan. Akan kami umumkan Paslon yang kami usung dari Partai Demokrat. Rekan-rekan pers harap bersabar. Pada saatnya akan kami sampaikan," ujar SBY.

Selain Presiden Jokowi, nampak hadir sejumlah tokoh lain. Hadir diantaranya Wakil Presiden ke-11 Prof Boediono, jajaran Menteri era Kabinet Indonesia Bersatu diantaranya Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Mantan Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalah.(E01/Ist)

Utama

Dialog Dengan Pedagang Kaki Lima, Ketum AHY Luncurkan Gerakan Nasional Demokrat Bina UMKM

Jakarta : Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) terdampak. Usaha mereka sepi pembeli...