Selasa, 27 Maret 2018

Cerita Cinta Segitiga Berakhir Bencana

E-NewsIndonesia - Baidhowi, yang dulu pria kalem dan sabar itu kini harus mendekam di tahanan dan "dipecat" oleh perusahaan tempatnya bekerja hanya karena mempertahankan biduk rumah tangga dan sebuah harga diri seorang lelaki.

Hati Baidhowi terasa terbakar cemburu. Lelaki 28 tahun itu tengah bercengkerama mesra dengan anak dan istrinya, Novia Siska, 26. Tiba-tiba, datang seseorang bemama Okta Albid. Pria 32 tahun tersebut muncul dengan nyali besar. Dia mengaku sebagai selingkuhan Novia.

”Saya pacar istri sampeyan," ucap Baidhowi menirukan kata-kata Okta pada Rabu siang bolong (21/3). Sebagai suami dan bapak, harga diri Baidhowi terkoyak. Dia marah besar. Namun, karyawan pabrik mi di kawasan Manyar itu berusaha sabar. Okta dipersilakan masuk kamar kosnya di kawasan Tengger, Manyar. 

Malah, Baidhowi memberi sosok yang baru dikenalnya tersebut minum. Okta tenyata bekerja di pabrik yang sama dengan Baidhowi dan Novia. Lelaki asal jombang itu lantas menanyakan keinginan pria yang telah merobek mahligai rumah tangganya tersebut. 

Baidhowi adu mulut dengan istrinya. Anak mereka juga ada di kamar itu. Dengan berani, Okta menyatakan bahwa Novia adalah cinta matinya. Dia berhubungan dengan perempuan berkulit sawo matang tersebut selama tiga bulan.

Baidhowi pun menanyakan pengakuan Okta. itu kepada istrinya. Novia berkilah, Dia mengaku baru sebulan menjalani hubungan terlarang dengan pemuda tersebut. 

Juga, cuma saling cium dan peluk. Perasaan Baidhowi bercampur aduk, di depan matanya, Okta dan Novia mengaku telah berselingkuh. Setelah perselisihan siang itu. Baidhowi menyuruh Okta angkat kaki dari tempat tinggalnya.

Dia juga memulangkan istrinya ke rumah orang tuanya di jombang. Perselingkuhan Novia sudah disampaikan kepada sang mertua. 

Sampai di situ, Baidhowi masih menahan diri. "Kasihan dengan (anak, Red) yang ada di dalam perut istri, katanya. 

Novia disebut sedang hamil, dengan tegas, dia minta Okta tidak mengganggu istrinya lagi. 


Ternyata Okta tidak mau berhenti sampai disitu. Lelaki yang juga punya istri dan satu anak tersebut terus menghubungi Novia. 

Baidhowi sampai menukar nomor ponsel sang istri dengan nomornya. Hubungan mereka harus diputus pikirnya. Nah, suatu saat, panggilan telepon Okta diangkat Baidhowi. 

”Saya minta lagi agar dia tidak menghubungi istri saya," tegasnya. 

Okta mengeluarkan kata kata bak geledek. Dia mengaku pernah tidur dengan Novia. Tiga kali malah Pengakuan tersebut menyengat martabat Baidhowi. Dia benar-benar marah, telepon Okta ditutup. 

Dia lalu mengontak sang istri di jombang. Petir berikutnya menghantam hati Baidhowi. Di Iuar dugaan, sang istri mengakui telah berzina dengan Okta. ”Sudah tiga kali, katanya,” ungkapnya. Artinya, bapak anak dalam kandungan Novia saat ini juga belum jelas.

Baidhowi stres, ia berusaha tenang. Malah, lelaki gagah berkulit kuning itu berencana mengajak Okta ke rumah istrinya di Jombang. ”Biar diselesaikan. Saya ikhlas," ucapnya kepada polisi.

Jumat (23/ 3) Baidhowi membuat janji untuk bertemu dengan Okta. Keduanya sepakat datang di area parkir pabrik. Okta lalu diajak ke kos-kosan. 

Hari itu dua karyawan satu pabrik tersebut berencana berangkat bareng ke jombang Namun, mereka mampir dulu ke kamar kos Baidhowi. 

Keduanya masuk kamar di lantai, 2. Si tamu disuguhi minuman. Belum sempat minum, palu besi melayang ke kepala Okta. Baidhowi seperti kerasukan. 

Dia menggenggam martil dan mengayunkannya ke kepala Okta. Berkalikali. 

"Saya nggak ngerti. Wis peteng (gelap mata, Red), ” ucapnya.

Darah segar muncrat ke lantai kamar kos. Okta lalu ke luar, Baidhowi terus mengejar sambil menghantamkan palu kepada Okta. 

Baidhowi memburu sampai sasaran menuruni tangga. Tetangga sekitar melihat kejadian itu. Namun, tidak ada yang berani mendekat. Baidhowi yang biasanya dikenal sabar kali ini tampak beringas. 

Okta sempat melawan, namun dia akhirnya tersungkur ke tanah. Baidhowi menjatuhkan besi bertangkai itu. Warga membawa Okta ke Klinik Satelit Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Namun, kondisinya parah. Dia dirujuk ke RS Petrokimia, Gresik. Polisi datang dan mengamankan Baidhowi ke Mapolsek Manyar.(E01/YR)

Utama

Naik Kendaraan Tak Pakai Masker, Dendanya Bisa Sampai Rp 1 Juta!

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Saat PSBB ini, masyarakat tetap dianjurk...