Kamis, 22 Maret 2018

Awalnya Menuduh Pacar Yang Menganiaya Anaknya, Ahirnya Polisi Menetapkan Sang Ibu Pelaku Penganiayaan Calista

E-NewsIndonesia - Calista (1,3 tahun) terbaring koma selama lebih dari 10 hari di RSUD Karawang. Ia awalnya diduga menjadi korban penganiayaan pacar ibunya, Sinta (27).

Calista dirawat sejak 10 Maret 2018 di ICU RSUD Karawang dan hingga kini belum sadarkan diri. Sinta yang tinggal di rumah pacarnya di Kampung Iplik, Desa Mekarjati, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu mengatakan melihat Calista digigit di bagian dada.

"Saya lihat ininya (dada) pas pukul 04.00 subuh digigit sama dia. Saking kencangnya digigit gitu, enggak berdarah cuma ada tapak-nya (bekasnya) doang," aku Sinta.

Menurut Sinta, sang pacar khawatir tangis Calista akan membuat berisik orangtuanya yang saat itu tengah tidur. 

"Ya namanya juga anak kecil suka nangis, tetapi dia enggak mau anak kecil berisik," tambahnya.

Bahkan, kepala Calista pernah dijitak, punggung dipukul, dan tangannya seperti disulut rokok. Tidak hanya itu, setiap kali ia membereskan rumah, Calista menangis histeris saat digendong sang pacar.

Sinta mengatakan, putrinya sudah sebulan menderita sakit, tetapi baru dibawa ke RSUD pada 10 Maret 2018. Sejak saat itu, ia tak lagi tinggal di rumah pacarnya.

Kapolres Karawang AKBP Hendy Febrianto Kurniawan mengaku mendapat informasi dari salah seorang dokter RSUD Karawang yang menduga Calista menjadi korban penganiayaan.

"Saya sendiri bersama Kapolsek Kota dan jajaran langsung ke RSUD melihat kondisi anak balita tersebut dan langsung koordinasi dengan dokter yang merawat," ucapnya.

Hendy mengatakan, sejak dirawat 10 hari lalu, kondisi Calista masih kritis dan belum sadar. Meskipun belum ada laporan resmi dari orang tua korban, polisi intens menyelidiki dugaan penganiayaan tersebut.

Hal ini sebagai bentuk respons cepat jajaran kepolisian dan proaktif menangani permasalahan masyarakat yang menjadi tupoksi Polri. 

"Kami akan telusuri dan selidiki, ada banyak luka di tubuh korban termasuk benturan di kepala," ujar Kapolres Karawang, AKBP Hendy F Kurniawan saat meninjau korban di RSUD Karawang, Selasa (20/3/2018).

Rohimin Humas RSUD Karawang memaparkan di sekujur tubuh bayi perempuan itu, ditemukan luka memar dari benturan hingga luka bakar dari sundutan rokok. 

"Ada luka dalam akibat pukulan di kepala. Di perut ada bekas sundutan rokok," ungkap Rohimin. 

Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka pelaku penganiayaan tersebut. Namun sebanyak 6 orang telah diperiksa intensif sejak tadi malam. 

"Kami sudah periksa seluruh keluarga yang bersangkutan. Calon saksinya ada 6 orang. Kita sudah lakukan pemeriksaan marathon sejak tadi malam," ungkap dia.

Calista dibawa oleh ibunya ke RS dalam kondisi kejang-kejang. Ia menyatakan pelakunya adalah pacarnya. Selama ini ia bersama anaknnya tinggal bersama dengan pacarnya. 

Namun dari hasil yang diperoleh Penyidik Polres Karawang ahirnya menetapkan Sinta (27) sebagai tersangka kasus penganiayaan Calista. Bayi berumur 15 bulan itu dianiaya Sinta yang tak lain ibunya kandungnya.

"Setelah terkumpul dua alat bukti yaitu visum dan keterangan saksi, kami simpulkan pelaku penganiayaan adalah ibu kandung korban," ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan saat jumpa pers di Mapolsek Karawang Kota, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (22/3/2018).

Awalnya orang dicurigai menyiksa Calista ialah pacar sang ibu. Namun polisi belum menemukan bukti.
Hendy mengungkapkan Sinta kerap menyiksa anaknya selama dua bulan terakhir. Sinta pernah mencubit, memukul dan membenturkan kepala anaknya itu ke tembok. 

"Hingga bayi jatuh mengenai rak piring. Itu yang mengakibatkan bayi tersebut koma. Akibat benturan yang sangat keras itu, Calista mengalami luka dalam di kepala dan berefek pada pendarahan di mata," ucap Hendy menambahkan.

Akibat perbuatannya, Sinta dijerat Pasal 80 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menjenguk Calista (15), bayi yang sudah koma 11 hari diduga karena dianiaya. Ia terus menciumi bayi Calista. Ia mengaku ingin merawat bayi tersebut apabila kesehatannya membaik.

"Kalau Allah memberikan keajaiban, saya akan ambil saja. Keluarganya tidak layak menurut saya karena tidak bisa menjaga anak," ujar Cellica saat menengok Calista di RSUD Karawang, Rabu (21/3/2018).(E01/Ist)

Utama

Silaturahmi Paslon Sholawat ke Ponpes Al-Zaytun

Indramayu - Paslon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Sholihin Ratnawati (Sholawat) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Zaytun Senin, 27 Se...