Kamis, 01 Februari 2018

Suara Ledakan Bom Dan Senjata Awali Linmed Desa Cipaniis

E-News Indonesia - Masyarakat di lapangan upacara Sekolah Dasar (SD) Negeri Seda, Desa Seda, Kecamatan Mandirancan, Rabu 32/1-2018 dikejutkan suara ledakan Bom dan Rentetan senjata.

Seketika warga pun tiarap dan merayap di tanah yang basah karena guyuran air hujan semalam melewati rintangan tali kemudian melanjutkan perjalanan hingga mata air Cipaniis.

Bukan teror dan serangan dari teroris namun hanya drama mengawali kegiatan Lintas Medan Napak Tilas Perjuangan Pahlawan ALRI pada masa agresi militer Belanda yang diikuti para parajurit TNI AL Lanal Cirebon bersama unsur masyarakat dan unsur maritim.

Mereka terdiri dari pelajar dari beberapa SMK Maritim di Cirebon, Polair, BPBD, FKPPI, Ormas XTC, Ormas Macan Ali dan juga Sedulur Cirebon yang terbagi dalam 10 kelompok menelusuri jalur hutan lereng Gunung Ciremai sejauh 10 kilometer.

"Mereka melakukan perjalanan seperti yang pernah dilakukan para pejuang dahulu. Sepanjang jalur napak tilas akan ada beberapa pos yang harus disinggahi peserta untuk melakukan tantangan yang disiapkan panitia. Bagi yang tiba di garis finish dengan waktu tercepat dan tim yang paling kompak akan mendapatkan hadiah menarik dari kami," ungkap Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Cirebon Letkol Mar Yustinus Rudiman, MTrHanla, MTr (Han) di sela-sela pelepasan peserta Lintas Medan.

Menurut Danlal, kegiatan Lintas Medan adalah hal yang biasa bagi prajurit TNI maupun Polri. Namun kali ini, pihaknya melibatkan masyarakat untuk merasakan langsung perjuangan para pahlawan saat pertempuran melawan penjajah Belanda zaman dahulu dengan taktik gerilya keluar masuk hutan.

"Lintas Medan kali ini dilaksanakan dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer dari titik start desa Seda dan finish di objek wisata Cipaniis. Beberapa tantangan yang harus dijalani, sebagai bentuk latihan dan uji keterampilan bagi para peserta agar mampu memupuk keberasamaan dan kekompakkan serta untuk meningkatkan mental kejuangan dan mental psikologis peserta," ujar Rudiman.

Dijelaskan Rudiman, kegiatan Lintas Medan yang baru pertama kali digelar tersebut dalam rangka napak tilas perjuangan para pahlawan ALRI pada masa agresi militer Belanda yang terjadi tahun 1947 silam.

Kelicikan Belanda yang melanggar Perundingan Linggarjati menyebabkan terjadi pertempuran laut pada tanggal 5 Januari 1947 yang menyebabkan KRI Gajah Mada-408 yang dipimpin Letnan Laut Samadikun tenggelam. Sang Komandan Letnan Laut Samadikun pun gugur sebagai kesuma bangsa sehingga kemudian namanya diabadikan menjadi salah satu KRI di jajaran Angkatan Laut.

Dalam rangka menghadapi serangan Belanda pada Agresi Militer pertama tanggal 21 Juli 1947, memaksa pasukan ALRI Cirebon memindahkan kekuatan di antaranya ke Kuningan Utara dan sekitar Gunung Ciremai.

Dipimpin oleh Kapten Idma Kartasasmita, dalam pemindahan kekuatan ALRI Cirebon ke Kuningan tersebut terjadi beberapa kali pertempuran dengan taktik gerilya hingga menyebabkan 20 personel gugur dan dimakamkan di sekitar Balong Dalem, Jalaksana, yang kini dijadikan monumen sekaligus Taman Makam Pahlawan Samudera.

Lintas Medan ini merupakan manifestasi dari napak tilas perjuangan para pahlawan ALRI dalam membela tanah air tercinta Indonesia dari serangan agresi militer Belanda.

Kegiatan Lintas Medan ini, lanjut Rudiman, merupakan program Lanal Cirebon dalam rangka meningkatkan kemanunggalan TNI bersama rakyat yang merupakan pilar kekuatan bangsa. 

Tidak menutup kemungkinan, kegiatan yang baru digelar pertama kali tersebut akan menjadi agenda rutin tahunan Lanal Cirebon dengan peserta yang lebih banyak ke depannya.

Kepala KSOP ,Kelas II Cirebon Supriyono SH. M.Mar.MM didampingi staf juga menghadiri undangan Lanal Cirebon  dalam rangka mengikuti kegiatan lintas medan (Limed) bersama elemen masyarakat dan unsur maritim di Desa Seda Kec. Mandirancan Kab. Kuningan.

1. Kegiatan lintas medan (Limed) bersama elemen masyarakat dan unsur maritim  ini dilaksanakan dalam rangka mengenang para pejuang pendahulu kita yang telah berjasa demi mempertahankan kemerdekaan Negara RI pada tahun 1946. 

2. Kegiatan Limed ini merupakan program Lanal Cirebon bersama elemen masyarakat dan unsur maritim yang akan menempuh jarak kurang lebih 8 km dengan tujuan untuk memupuk kebersamaan dan kekompakan serta memupuk mental dan jiwa psikologis. 

"Bela negara adalah sikap yg harus dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia untuk membela Pancasila dan UUD 1945," ujar Dany Jaelani ketua GM FKPPI Kota Cirebon

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 300 personil yang terdiri dari Prajurit Lanal Cirebon, Polair Polda Jabar, Damkar, BNPB, FKPPI, Laskar Macan Ali, LSM, ormas XTC, unsur maritim kota Cirebon dan siswa SMK binaan Lanal Cirebon. 

"Route perkebunan durian, rambutan, pohon karet dan jalan setapak dengan jarak tempuh kurang lebih 8 (delapan) kilometer serta melalui pos-pos yang telah disediakan oleh pihak panitia dari Lanal Cirebon diantaranya : 
a.  Pos 1 dengan tantangan uji terampil tali temali.
b.  Pos 2 dengan tantangan uji terampil lempar sangkur 
c.  Pos 3 dengan tantangan uji terampil P3K
d.  Pos 4 dengan tantangan uji terampil menembak senjata laras panjang dan finish di sumur pengumpul Horizontal Paniis PDAM Kota Cirebon di desa Paniis Kec. Mandirancan Kab. Kuningan," lanjut Dany

Komandan Lanal Cirebon beserta tim Limed disambut oleh Dirtek (Direktur Teknis) PDAM Kota Cirebon  Agus salim beserta staf. 

Kegiatan dilanjutkan makan siang bersama unsur TNI/Polri, elemen masyarakat dan unsur maritim. Diakhir kegiatan diadakan pembagian hadiah bagi para pemenang Limed yang dapat memecahkan problem uji terampil yang disediakan panitia dan hiburan.

Utama

Berawal Kenalan di Aplikasi Kencan, Saat Bercinta Youtuber Dihabisi dan Dimutilasi Jadi 11

Jakarta - Polisi menemukan sosok mayat laki-laki diduga menjadi korban mutilasi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Rabu sore, 16 S...