Sabtu, 10 Februari 2018

Rizki Koma 4 Tahun Berangsur Membaik Tidak Mengidap Meningitis

E-News Indonesia - Muhammad Rizki bocah 5 tahun berasal Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon sempat mengalami koma selama empat tahun terus mendapat ditangani intensif oleh RS Permata Cirebon.

Selama tiga hari dirawat, Rizki mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mata Rizki sudah mulai terbuka dan berkedip, serta kaki dan tangan sudah mulai bergerak.

Selama empat tahun, Rizki mengalami koma setelah divonis oleh dokter Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon bahwa Rizki terkena radang selaput otak dan sumsum tulang belakang atau meningitis. 

Keterbatasan biaya dan hanya mengandalkan BPJS serta KIS Rizki menjalanj rawat jalan. Perubahan kesehatan Rizki tidak signifikan dalam program rawat jalan.

Hj. Fifi Sofiah Effendy (Bunda Fifi) yang mendengar penderitaan Rizki dari salah seorang wartawan langsung meminta Rizki untuk dirawat di RS Permata. Pemilik Majlis Taklim Baitul Ilmi ini menanggung segala perobatan yang dijalani oleh Rizky di RS Permata
Dalam penanganan medis, Rizki mendapat perawatan intensif langsung dari dokter saraf. Namun, Manajer Pelayanan Medis RS Permata Andi Pradana mengatakan, kondisi Rizki bukan terkena meningitis seperti hasil diagnosis dokter dar RS Gunung Jati Cirebon.

Dia menyebutkan, Rizki terkena gangguan perkembangan pada otak atau cerebral palsy.

"Kalau meningitis, tidak mungkin dirawat di ruang biasa, pasti dirawat di ruang khusus anak," kata Andi.

Dia menjelaskan, kondisi Rizki mengalami gangguan pada perkembangan pada otak, fungsi gerak, hingga syaraf motorik. Maka itu, Rizki, ujar dia, membutuhkan penanganan khusus untuk meningkatkan kembali fungsi perkembangan otaknya.

Sejauh ini, perkembangan Rizki bergerak ke arah positif. Tim dokter, kata dia, selalu memberikan terapi kepada Rizki meski peluang untuk kembali normal tidak 100 persen.

Menurut dia, penyebab utama Rizki terkena cerebral palsy bukan karena saat dia terjatuh dan mengenai bagian kepala belakang. Namun cerebral palsy, lebih dominan karena faktor genetik.

"Kemungkinan normal kembali tidak mungkin. Memang sudah jadi kebutuhan khusus dari masalah genetik yang utama kalau benar meningitis kita bisa obati sampai sembuh," ujar dia.

Rizki sedang mengikuti program terapi untuk membantu menjalankan kembali fungsi otaknya. Rizki ditangani dua dokter spesialis yakni anak dan syaraf.

Sebelum dirawat di RS Permata Rizki hanya  rawat jalan. Rizki hanya diberi obat yang didapatnya dari BPJS dan program KIS. 

Beruntung Bunda Fifi membawa Rizki ke RS Permata untuk mendapat penanganan yang lebih intensif oleh para ahli.

"Alhamdulillah Rizki sudah ditangani dengan baik. Sudah ada kemajuan yang signifikan. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh," harap Bunda fifi saat melihat kondisi Riski di RS Permata Jum'at 9/2-2018.(E01)

Utama

AHY Tegaskan Tuduhan Dirinya Dalangi Demo UU Ciptaker Sangat Menyakiti Hati Nurani Rakyat

Jakarta : Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono  membaca headline Koran Tempo dan Kompas hari ini. Kedua harian nasional itu m...