Selasa, 13 Februari 2018

KPU Sumut Coret JR Saragih Karena Legalisir Ijasah SMA

E-News Indonesia - KPU Sumatra Utara tidak meloloskan pasangan JR Saragih-Ance Selian pada Pilgub Sumut 2018. Usai putusan JR yang semula tampak sabar berubah mimik wajahnya menjadi sedih menahan tangis.

Penetapan Cagub-Cawagub Sumut ini berlangsung di Hotel Grand Mercure, Medan, Sumut, Senin (12/2/2018). Dua pasang calon yang diloloskan KPU setelah memenuhi syarat yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

KPU Sumut menyatakan JR Saragih tidak memenuhi syarat karena legalisir ijazah. Sehingga, berdasarkan regulasi, JR Saragih tidak bisa ditetapkan pasangan calon.

Mendengar hal itu, ia berkukuh menyatakan legalisir ijazah yang dia bawa sebelumnya adalah sah. JR Saragih menjelaskan, ijazahnya tersebut dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Pemprov DKI Jakarta. 

"Ini ijazah SMA-nya. Ini tadi yang dibilang tidak lengkap. Ini legalisir Dinas Pendidikan DKI," ujarnya sambil menunjukkan berkas.

JR Saragih melegalisir ijazahnya di Dinas Pendidikan karena tempat dirinya bersekolah kini sudah tutup 1994.

"Tahun 2017 saya sudah legalisir tanggal 19 bulan 10. Kepala Dinas DKI yang tanda tangan ijasah saya," ujarnya.

Terkait putusan KPU ini, dia akan melapor ke pihak Bawaslu Sumut. JR Saragih menyebut, partai pendukungnya yaitu Demokrat, PKB dan PKPI akan melakukan langkah kedepan dan melakukan yang terbaik.

Sementara itu ketua KPU Sumut, Mulia Banurea menjelaskan, pasangan JR Saragih-Ance tidak memenuhi syarat karena legalisir ijazah.

"Kami kroscek ke tempat beliau sekolah sudah tutup. Kami lakukan klarifikasi kepada instansi Dinas Pendidikan pemprov DKI Jakarta. Kemudian direspons Dinas Pendidikan tersebut, ijazah yang dimasukkan pada masa pendaftaran tak pernah dilegalisasi," terangnya.

KPU Sumatera Utara mencoret pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara JR Saragih-Ance Selian karena dinilai tidak memenuhi persyaratan. Legalisir ijazah milik JR Saragih bermasalah, dan tidak diakui Dinas Pendidikan.

"KPU Sumut menetapkan dua pasangan yakni Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan yang kedua pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus," jelas Mulia  

Ia menjelaskan, legalisir fotokopi ijazah SMA JR Saragih tidak memenuhi syarat karena tidak diakui oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. 

"Sehingga berdasarkan regulasi, yang bersangkutan tidak bisa ditetapkan sebagai pasangan calon," jelasnya. 

Anggota KPU Sumut divisi teknis Benget Silitonga menambahkan, sewaktu JR Saragih mendaftar, KPU Sumut menerima fotokopi ijazah SMA Iklas Prasasti, Jakarta Pusat. 

Ijazah yang diserahkan JR bernomor 01 oc oh 0373795 tahun 1990. Sekolah tersebut kemudian diketahui tutup pada tahun ajaran 1993/1994. KPU kemudian memverifikasi keabsahan ijazah diserahkan JR ke KPU pada Dinas Pendidikan. 

"Dinas Pendidikan DKI Jakarta kemudian menyampaikan surat resmi ke KPU Sumut dan Dinas menyatakan tidak pernah mengeluarkan ijazah/STTB bernomor 01 oc oh 0373795 tahun 1990 atas nama Jopinus Saragih G," jelas Benget. 

Hasil klarifikasi ke Dinas inilah yang kemudian menjadi dasar keputusan penetapan oleh KPU Sumut. 

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan menyampaikan, pasangan calon yang tidak ditetapkan oleh KPU bisa menempuh jalur mensengketakan keputusan KPU tiga hari sejak keputusan diterima. 

"Kami punya waktu 12 hari pasca diregistrasi untuk memproses sengketanya," pungkas Syafrida.(E01/Ist)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...