Kamis, 08 Februari 2018

Ilmu Getar Tenaga Dalam Prajurit Kopassus Bantu Temukan Korban Longsor Bogor

E-News Indonesia - Kopassus terjunkan pasukan guna bantu pencarian koraban tanah longsor . Uniknya salah satu Anggotanya Praka Pujiono, membantu pencarian korban tanah longsor di Kampung Maseng, Cijeruk, Bogor, menggunakan ilmu tenaga dalam 7/2-2018. 

Pujiono menegaskan tidak memakai ritual tertentu, murni berkat ketekunan latihan dan bakat.

Pujiono mengatakan tenaga dalam yang digunakannya berasal dari cabang ilmu Merpati Putih. Dia mulai berlatih Merpati Putih karena merupakan latihan wajib bagi anggota Kopassus.

"Saya mulai mengenal sejak masuk Kopassus 2012, ini program dari satuan untuk bela diri anggota prajurit. Latihan fisik di Merpati Putih sebenarnya sama, cuma kita ada olah napas, teknik-teknik pengolahan napas yang dipadukan dengan gerak," jelasnya.
Sementara itu Komandan batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Mayor Inf. Wahyo Yuniartoto menjelaskan kalau cara yang dialkukan oleh anggotanya mamapu menemukan korban tewasyang tertimbun.

"Praka Pujiono dengan ilmu getar Merpati Putih ini yang berhasil menemukan keberadaan korban tewas yang tertimbun material," tutur Wahyo

Secara akal sehat, sebenarnya tak mudah bisa mendeteksi keberadaan jasad korban yang tertimbun di bahwa material longsor. Apalagi Praka Pujiono saat itu melacak keberadaan korban dengan ilmu getaran dalam jarak 15 meter.

Wahyo mengungkapkan, untuk dapat memiliki kemampuan seperti yang ada pada diri Praka Pujiono bukan hal yang mudah. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasainya.

"Pelatihannya pun dibagi menjadi beberapa metode. Untuk ilmu dasar itu ditekuni selama satu tahun, kemudian naik level dalam waktu empat bulan. Kekuatannya dipisahkan antara power dan getaran," lanjutnya

Ketika tenaga dalam sudah ditransfer dan menyatu dengan alam, maka aura korban pun muncul dan semakin mudah dideteksi. Semakin dekat dengan yang dicari maka getarannya semakin kuat.

Selain mencari korban, ilmu getar tenaga dalam tersebut ternyata bisa  juga untuk pengobatan. Aksi Pujiono pun sempat dipamerkan dalam beberapa acara besar, di antaranya HUT Kopassus.

Secara normal sel dalam tubuh manusia menghasilkan zat yang bernama Adenosine Triphospate (A.T.P) yang merupakan cadangan energi dalam tubuh. Maka dengan bantuan teknik olah napas, tenaga tersembunyi manusia itu dapat dilatih untuk diperoleh dan dikumpulkan di dalam tubuh.

Ilmu yang diperagakan oleh Pujiono selain mencari korban longsor juga pernah digunakan untuk mencari korban pesawat Sukhoi. Kendatipun sama berlatih namun tidak semua anggota kopassus mampu menggunakan kemampuan ilmu tenaga dalam getar.

"Mungkin sudah bakat alami, karena tidak semua bisa melakukannya. Ini semua berkat karunia dari Allah," pungkas Pujiono.(E01/Ist)

Utama

PP Muhammadiyah Apresiasi Partai Demokrat Yang Terus Bangun Komunikasi dan Dengarkan Suara Rakyat

Jakarta : Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali melanjutkan silaturahmi politiknya. Setelah sebelumnya mengunjun...