Rabu, 07 Februari 2018

Gerah Difitnah SBY Perang Menuntut Keadilan, Polisi Segera Selidiki Laporan SBY

E-News Indonesia - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa gerah terus menerus difitnah. SBY didampingi kuasa hukumnya, Ferdinand Hutahean, akhirnya melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri Selasa, 6/2-2018.

"Beliau bilang 'sudah saatnya saya menghadapi semua fitnah ini' karena beliau merasa tersiksa difitnah terus menerus secara tidak benar," ujar Ferdinand di Bareskrim Mabes Polri, Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat.

Ferdinand menilai pernyataan Firman Wijaya di media terkait kesaksian Mirwan Amir pada persidangan Novanto adalah fitnah. Pada kesaksiannya, Mirwan tak pernah menyebut-nyebut "ada orang besar yang dikaitkan dengan pemenang Pemilu 2009 yang mengintervensi proyek E-KTP.

Pernyataan Firman Wijaya terkait dugaan keterlibatan SBY tak bisa dianggap upaya membela kliennya. 

"Membela klien masa memfitnah orang lain? Kita mengerti cara memebela klien. Tetap tak boleh memfitnah," tegas Ferdinand. 

Bareskrim Polri telah menerima laporan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. Laporan itu akan dipelajari polisi.

"Laporan itu diterima terus akan dilakukan tahapan penyelidikan. Saat ini penyelidik menerima itu dan akan dilakukan penyelidikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal di kantor DPP Syarikat Islam Indonesia (SII), Jl Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, Selasa.

Iqbal menerangkan penyelidik akan mengumpulkan dan mempelajari bukti-bukti. Jika ditemukan ada bukti yang menunjukkan perbuatan melawan hukum, polisi akan meningkat status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

"Apabila penyelidik yakin menemukan bukti-bukti adanya dugaan perbuatan melawan hukum, tentunya akan ditingkatkan ke penyidikan," tegas Iqbal.

Laporan SBY teregister dengan nomor LP/187/II/2018/Bareskrim/Tanggal 6 Februari 2018. Pasal yang dilaporkan SBY terhadap Firman ialah Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang fitnah dan pencemaran nama baik.

Pengacara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ferdinand Hutahaean, mengatakan pelaporan terhadap Firman Wijaya atas pernyataan di luar persidangan. Menurut Ferdinand, Firman memberi keterangan yang tidak sesuai dengan kesaksian politikus Mirwan Amir saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Dalam persidangan bahwa ada hak imunitas di situ untuk menggali kebenaran. Ketika beliau diwawancarai media di luar persidangan, mengembangkan sendiri keterangan Mirwan Amir," kata Ferdinand.(E01/Ist)

Utama

Barisan Partai Perindo Sliyeg Siap Menangkan SHOLAWAT

Indramayu - Barisan Relawan Perindo (BARINDO) mengadakan sosialisasi pemenangan paslon SHOLAWAT (Sholihin-Ratnawati) di desa Gadingan Sliyeg...